Berita Jembrana

Waspada Potensi Pohon Tumbang di Jalur Denpasar-Gilimanuk Akibat Cuaca Belakangan Ini

Sembari melakukan penanganan, petugas kepolisian melakukan pengaturan lalulintas karena menyebabkan gangguan lalu lintas. 

ISTIMEWA
TUMBANG – Petugas melakukan penanganan peristiwa pohon tumbang di jalur nasional wilayah Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Jumat (1/11). 

TRIBUN-BALI.COM  - Peristiwa pohon perindang pinggir jalan raya terjadi beruntun selama tiga hari berturut-turut di Jembrana.

Terbaru, pohon perindang tumbang di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya tepatnya di depan Pura Segara Rupek, Jumat (1/11). 

Pohon berdiameter sekitar 40 sentimeter tersebut tumbang lantaran cuaca ekstrem yaitu angin kencang. Selama penanganan, arus lalu lintas sempat terganggu sehingga harus dilakukan dengan sistem buka tutup.

Peristiwa pohon tumbang tersebut terjadi sekitar pukul 11.20 WITA. Belum diketahui pohon tersebut jenis apa, namun ukurannya memiliki tinggi sekitar 10 meter dan diameter sekitar 40 sentimeter. 

Baca juga: Gudang Pengolahan Kayu Ludes Terbakar di Karangasem Bali, Kerugian Capai Rp300 Juta

Baca juga: Atap Rumah Made Budayasa di Buleleng Bali Porak-Poranda Usai Diterbangkan Angin Kencang 

wberbhfnrj
TUMBANG – Petugas melakukan penanganan peristiwa pohon tumbang di jalur nasional wilayah Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Jumat (1/11).

Pohon tersebut sempat menutup sebagian badan jalan jalur nasional di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jembrana, I Nyoman Winata menjelaskan, setelah menerima laporan tersebut tim reaksi cepat (TRC) langsung menuju lokasi untuk penanganan. 

Sembari melakukan penanganan, petugas kepolisian melakukan pengaturan lalulintas karena menyebabkan gangguan lalu lintas. 

“Karena akibat kejadian tersebut sempat menyebabkan akses jalan sedikit tersendat,” ungkap Winata saat dikonfirmasi. 

Dia melanjutkan, penanganan pohon tumbang yang kesekian kalinya ini dilakukan sekitar hampir 30 menit. 

Beruntung, peristiwa bencana alam yang kesekian kalinya ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material.

“Beruntung tidak ada kerugian atau korban luka akibat kejadian tersebut. Hanya saja lalu lintas sempat terganggu,” tandasnya. 

Terpisah, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kompol I Komang Muliyadi mengakui peristiwa pohon tumbang memang sempat menyebabkan gangguan lalulintas.

Namun, pihaknya menerapkan sistem buka tutup atau melaju secara bergantian di dua arah saat pelaksanaan evakuasi/penanganan peristiwa.

“Kami memastikan evakuasi berlangsung cepat untuk menghindari kemacetan di sekitar jalan menuju Pura Segara Rupek,” ucapnya.

Menurutnya, peristiwa pohon tumbang di jalur nasional yang terkenal padat kendaraan ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapan semua pihak menghadapi potensi bencana alam.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada, terutama di musim penghujan yang meningkatkan risiko pohon tumbang dan tanah longsor bahkan juga banjir.

“Kami imbau tetap waspada dan hati-hati di tengah musim yang mulai hujan ini. Hal ini untuk meminimalisir risiko yang terjadi,” kata dia. (mpa) 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved