Berita Jembrana

Dinkes Klaim Stok VAR Aman, Jembrana Catat 3.792 Kasus Gigitan HPR

Dia berharap, ketika penanganan HPR di lapangan dengan maksimal, praktis kasus gigitan pada manusia juga akan menurun. 

ISTIMEWA
DISERANG ANJING - Petugas mengunjungi korban gigitan anjing di Banjar Delod Bale Agung, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Senin (21/10). 

TRIBUN-BALI.COM  - Sebanyak 3.792 kasus gigitan HPR terjadi di Kabupaten Jembrana dalam kurun waktu 9 bulan belakangan ini.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jembrana menjamin ketersedian Vaksin Anti Rabies (VAR) dan juga Serum Anti Rabies (SAR) untuk korban gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) yang mencukupi hingga akhir tahun 2024 ini. Dan selama ini, sedikitnya ada 6.324 dosis VAR yang didistribusikan untuk masyarakat. 

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan hati-hati ketika melihat HPR dengan tingkah mencurigakan dan segera melaporkan ke petugas terkait. 

Jika menerima luka gigitan, segera lakukan langkah awal dan segera dibawa ke faskes terdekat untuk memperoleh layanan suntikan VAR dan SAR untuk areal risiko tinggi seperti wajah dan ujung jari.

Baca juga: IKS Kantongi Rp 300 Ribu Per Hari, Polres Jembrana Tangkap Pengecer Judi Online

Baca juga: Memperkuat UMKM Kota Denpasar Melalui Kolaborasi Ekonomi Kreatif dengan Dukungan Ekosistem GoTo

Menurut data yang diperoleh Tribun Bali, dalam kurun waktu sembilan bulan atau periode Januari-September 2024 ini, sedikitnya ada 3.792 orang yang mengalami gigitan HPR

Dari jumlah tersebut, 110 orang di antaranya diserang atau menerima gigitan dari HPR positif rabies. 

Jumlah ini masih jauh dari tahun 2023 lalu yang mencapai 6.231 gigitan dan 187 orang di antaranya menerima gigitan dari HPR positif rabies.

Sementara, untuk HPR positif rabies tercatat sudah ada 42 kasus. Jumlah ini berkurang dibandingkan tahun 2023 lalu dalam periode yang sama tercatat ada sebanyak 73 kasus positif. 

“Jumlah kasus gigitan tergantung dari penanganan HPR,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jembrana, dr Made Dwipayana saat dikonfirmasi, Selasa (5/11).

Dia berharap, ketika penanganan HPR di lapangan dengan maksimal, praktis kasus gigitan pada manusia juga akan menurun. 

Sehingga ini harus dikerjakan bersama-sama, baik dari bidang Keswan-Kesmavet di Dinas Pertanian dan Pangan hingga masyarakat. 

Terbukti, saat ini kasus gigitan cenderung menurun dari tahun sebelumnya. Sebab, kasus positif rabies juga menunjukkan trend penurunan.

“Tapi tahun ini sudah cenderung menurun dibandingkan tahun lalu. Baik itu jumlah gigitan HPR positif dan juga kasus positif rabies pada hewan,” ungkapnya.

Disinggung mengenai ketersediaan VAR dan SAR di Kabupaten Jembrana, Ambara menegaskan stok VAR di Jembrana masih aman. “Stok VAR dan SAR di Jembrana aman. Bahkan VAR kita bisa sampai awal tahun depan. 

Kita berharap kasus tidak bertambah dari tahun sebelumnya sehingga (vaksin) cukup,” sebutnya. (mpa)

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved