Pilkada Bali 2024

KOSTER: Pemimpin Harus Bisa Cari Sumber PAD Baru! Tol Gilimanuk-Mengwi Akan Berlanjut Tahun 2025

Ia bilang, pembebasan lahan akan segera dilanjutkan dengan dana pembebasan bersumber dari APBN.

ISTIMEWA
KAMPANYE - Calon Gubernur Bali, Wayan Koster bersama paslon Bupati dan Wakil Bupati Jembrana Made Kembang dan I Ngurah Patriana Krisna (Ipat) saat kampanye di Pekutatan, Jembrana, Senin (11/11). 

TRIBUN-BALI.COM - Pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Nomor 2, Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri) fokus pada pembangunan berkelanjutan dan integrasi seluruh daerah di Bali.

Koster menegaskan pembangunan tol Gilimanuk-Mengwitani yang menghubungkan Bali Barat dan Selatan akan dimulai pertengahan 2025.Ia bilang, pembebasan lahan akan segera dilanjutkan dengan dana pembebasan bersumber dari APBN.

"Berlanjut tol Gilimanuk-Mengwi. Tahun ini pembebasan lahan dari APBN Rp 500 miliar. Setelah bebaskan lahan kemudian langsung dimulai proses konstruksi pembangunan jalan tol," kata Gubernur Bali 2018-2023 ini saat kampanye terbuka di Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Senin (11/11).

Baca juga: RUMIT Birokrasi Pupuk Subsidi! Dari Total 9,55 Juta Ton Baru Setengah Tersalurkan, Ini Dalihnya

Baca juga: JUDOL Bawa Petaka! Agus Bunuh Komang Asmara Usai Jual Motor Korban & Habis Pakai Main Judi Online

Jalan tol ini, kata Koster, termasuk infrastruktur berkelanjutan yang menghubungkan Bali Barat dan wilayah lainnya di Pulau Dewata. Fase pertama lokasi pembangunan tol berada di Pekutatan. Pada lokasi yang sama di akan dibangun destinasi wisata berkelas dunia.

Koster di periode pertamanya menjadi gubernur telah menginisiasi pembangunan destinasi wisata dunia di Pekutatan. Destinasi wisata ini bernama Kerthi Bali Semesta Park (KBS Park). "Ini ide dan inisiasi saya, akan dibangun KBS Park di Pekutatan," jelasnya.

"Destinasi wisata dunia ini akan berdampak pada wilayah Jembrana, Tabanan dan sekitarnya. Destinasi ini membuka lapangan kerja baru, menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, kurangi kemiskinan, dan menjadi destinasi wisata baru, serta menyerap tenaga lokal," sambung Koster.

Koster mengatakan, pemimpin harus bisa memikirkan sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD). Destinasi wisata kelas dunia KBS akan menjadi sumber untuk Provinsi Bali, Jembrana dan juga Tabanan. Selain itu, Koster juga telah menciptakan sumber-sumber pendapatan baru untuk meningkatkan PAD Bali.

Seperti Pungutan Wisatawan Asing (PWA) dan pengoperasian Turyapada Tower tahun 2026. Beberapa program pembangunan yang sementara berjalan akan berdampak pada peningkatan PAD seperti Pusat Kesenian Bali (PKB) Klungkung dan beberapa lainnya.

Koster telah membangun sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan serta pelabuhan yang mendukung perekonomian di Bali. Seperti shortcut Singaraja-Mengwi, pelabuhan Sanur, Sampalan dan Bias Munjul.  Sejumlah program telah dipersiapkan jika krama Bali memberikan mandat pada Koster-Giri.

Seperti jalan baru di Denpasar dan Badung, shortcut, underpass, central parkir di Sanur, penataan parkir di Pura Batur, restorasi pura Agung Besakih tahap kedua, pelabuhan di Amed dan Sangsit, dan masih banyak lagi.

"PAD Bali dari beberapa sumber baru akan diarahkan ke Jembrana agar pembangunannya bisa cepat. Karena jika hanya andalkan APBD Jembrana, maka lambat pembangunannya, karena APBD-nya kecil," kata Koster.

Kampanye Koster-Giri di Pekutatan dihadiri juga Paslon Bupati Jembrana nomor 2, Bang-Ipat, ketua tim pemenang Gede Winasa (Bupati Jembrana 2000-2010), pengurus PDIP, partai pengusul dan pendukung, Fraksi PDIP Jembrana, para relawan dan ribuan warga. (sup)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved