Berita Jembrana
Pohon Intaran di Jalur Denpasar-Gilimanuk Bali Tumbang, Sempat Sebabkan Arus Lalu Lintas Tersendat
Winata menuturkan, peristiwa pohon tumbang tersebut terjadi di wilayah Banjar Klatakan, Desa/Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, sekitar pukul 05.45
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Peristiwa pohon tumbang kembali terjadi di Jembrana pada Selasa 12 November 2024.
Adalah pohon jenis intaran yang menjadi pohon perindang pinggir Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur nasional ini.
“Satu pohon perindang jalan raya tumbang pagi tadi (kemarin),” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jembrana, I Nyoman Winata saat dikonfirmasi, Selasa 12 November 2024.
Baca juga: Waspada Potensi Pohon Tumbang di Jalur Denpasar-Gilimanuk Akibat Cuaca Belakangan Ini
Winata menuturkan, peristiwa pohon tumbang tersebut terjadi di wilayah Banjar Klatakan, Desa/Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, sekitar pukul 05.45 WITA.
Diketahui pohon jenis intaran tersebut memiliki tinggi 10 meter dengan ukuran diameter 50 sentimeter (cm).
Setelah kejadian tersebut, pohon sempat menutupi sebagian badan jalan yang menyebabkan arus lalu lintas sedikit tersendat.
“Karena kondisi batang pohon yang sudah lapuk. Tidak ada korban jiwa,” ucapnya.
Sebagai antisipasi ke depannya, kata dia, pihaknya mengakui tengah gencar melakukan mitigasi pencegahan oleh Bidang PK dengan cara mengidentifikasi atau mendata pohon perindang yang membahayakan dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.
Di sisi lain, penanganan dengan penataan atau pemangkasan pohon juga dilakukan sebagai antisipasi adanya dahan pohon yang jatuh. Karena hal itu bisa saja menyebabkan risiko yang tinggi.
“Terutama yang ada di sepanjang jalan utama Denpasar-Gilimanuk. Kemudian kita juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH) dalam pelaksanaan penebangan dan pemangkasan untuk meminimalisir risiko,” harapnya.
Untuk diketahui, puluhan peristiwa pohon tumbang terjadi di Kabupaten Jembrana selama tahun 2024 ini.
Bahkan, peristiwa bencana alam tersebut didominasi terjadi di sepanjang jalur nasional Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk dengan penyebab usia pohon yang sudah uzur.
Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta.
Menurut data yang berhasil diperoleh, selama periode bulan Januari-Oktober 2024 ini tercatat sudah ada 47 peristiwa pohon perindang tumbang.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.