Berita Gianyar

NYAWA Hadi Melayang di Warung Lalapan, Tiba-tiba Pohon Tumbang, 6 Luka-luka, 1 Tewas

Saiful ketika itu sedang bekerja mencuci piring. Tanpa tanda-tanda, tiba-tiba pohon santan tersebut tumbang dan menimpa tujuh orang di sana.

Istimewa
Evakuasi korban tertimpa pohon di Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar, Rabu 14 November 2024 malam. 

TRIBUN-BALI.COM - Tujuh orang tertimpa pohon santan di sebuah warung lalapan di Batubulan, Sukawati, Gianyar, Rabu (13/11). Dari tujuh korban, satu di antaranya yakni Willibrordus Hadi (56) tewas di tempat.

Berdasarkan keterangan karyawan warung lalapan, Saiful (17), dari tujuh orang, tiga merupakan pelanggan dan empat lainnya merupakan karyawan dan pemilik warung Lalapan Orapopo.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 21.30 Wita. Saiful ketika itu sedang bekerja mencuci piring. Tanpa tanda-tanda, tiba-tiba pohon santan tersebut tumbang dan menimpa tujuh orang di sana.

Baca juga: BANDARA Bali Utara Target Operasi 2027, PT Bibu: Kami Tak Wajib Lapor Pj Gubernur, MoU Dibuat Cepat

Baca juga: Turis Tuding Maskapai Tak Berkabar, Keluh Kesah Batal Terbang Dampak Erupsi Gunung Lewotobi

Seorang pria meninggal di lokasi kejadian. Sementara enam lainnya selamat meski mengalami luka-luka. Korban dievakuasi oleh petugas BPBD Gianyar dan PMI Gianyar ke Rumah Sakit Dharmayadnya Denpasar.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta mengatakan, saat tiba di lokasi, korban sudah tidak bernyawa. Kata dia, pohon tumbang tersebut terjadi akibat lapuk pada bagian batang akar.

"Saat kejadian, korban langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulans PMI. Saat ini jenazah masih dititipkan di RS Dharmayadnya Denpasar," ujar Dibya.

Willibrordus Hadi adalah warga Klaten, Jawa Tengah. Saat tertimpa pohon, ia saat itu sedang makan lahap. Saat dievakuasi oleh petugas, di mulut korban masih ada makanan yang belum ditelan.

"Menurut saksi, kejadiannya tiba-tiba dan cepat, korban kemungkinan sedang lahap menikmati lalapan," ujar Gusti Ngurah Dibya Presasta.

Ia meminta masyarakat untuk mewaspadai pohon lapuk dan meminta warga untuk merawat pohon-pohonnya besar yang dinilai keberadaannya dibutuhkan untuk peneduh. Perawatan ini bisa dilakukan dengan melakukan pemangkasan dahannya secara berkala.

Terpenting, kata Dibya, jangan membakar sampah di bawah pohon. Ia mengaku kerap menemukan pohon tumbang dengan batang akar yang lapuk, lalu tumbang akibat ada yang sering membakar sampah di sana.

"Selain membakar sampah itu melanggar Perda, juga ditakutkan terjadi hal seperti ini, pohon tiba-tiba tumbang dan menelan korban jiwa," ujar Dibya. (weg)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved