bisnis

Prabowo Minta India Pasok Beras ke RI, Cita-cita Swasembada Tapi Kebijakan Impor 

Kala itu, kesepakatan impor dilakukan untuk menjaga stok beras nasional sebagai antisipasi dampak dari kondisi El Nino.

Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden
IMPOR BERAS - Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, Senin, (18/11) Prabowo tak sabar selesaikan kerja sama impor beras dengan India. 

TRIBUN-BALI.COM  - Presiden Prabowo Subianto berencana mengimpor beras dari India. Rencana itu disampaikan Prabowo saat menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi di Brasil.

Dilansir dalam siaran pers di laman resmi Sekretariat Kabinet, Rabu (20/11), Prabowo menyebut rencana impor beras merupakan bagian dari kerja sama bidang perdagangan antara Indonesia dengan India.

Namun Prabowo tak merinci lebih lanjut seperti apa teknis dan kuota impor yang dimaksud. Ia berharap bisa segera menyelesaikan kesepakatan Impor beras dari India. "Kami berharap dapat menyelesaikan kesepakatan impor beras dari India," demikian kata Prabowo.

Bukan kali ini saja pemerintah mengimpor beras dari India. Pada 2023 lalu, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) juga menyepakati kontrak kerja sama pengadaan sebanyak 1 juta ton dari India.

Baca juga: BALI Jadi Sarang Narkoba! Ada Lab Rp2 Triliun di Vila, Barang Diproduksi untuk Perayaan Tahun Baru

Baca juga: Satpol PP Buleleng Bentuk Tiga Tim Untuk Bersihkan APK di Masa Tenang

Kala itu, kesepakatan impor dilakukan untuk menjaga stok beras nasional sebagai antisipasi dampak dari kondisi El Nino. Zulkifli Hasan (Zulhas) yang saat itu menjabat sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) menyatakan, pemerintah bergerak cepat mengamankan stok beras untuk memastikan ketersediaan beras dalam negeri tercukupi.

"Kalau El Nino berat harganya kita enggak boleh beras kurang. Oleh karena itu saya sudah (tandatangan) Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan India 1 juta ton sewaktu-waktu bisa beli. Government to government kita sudah pesan 1 juta ton," jelas Zulhas.

Beberapa bulan kemudian, yakni pada Desember 2024 pemerintah mengonfirmasi kesepakatan kerja sama impor beras dari Thailand sebanyak 2 juta ton. 

Presiden Jokowi saat itu menyampaikan bahwa impor beras dari Thailand bertujuan mengamankan cadangan beras nasional untuk 2024. Penyebabnya, kondisi El Nino menyebabkan produksi beras pada 2023 menurun.

"Untuk mengamankan cadangan strategis ketahanan pangan memang itu (impor beras) harus kita lakukan. Artinya kita sudah dapatkan tanda tangan satu (India), kemudian dua dari Thailand. Rasa aman kita dapat urusan pangan," ujar Jokowi saat itu.

Diketahui dalam beberapa tahun belakangan ini Indonesia memang masih membutuhkan impor beras lantaran minimnya produksi. Negara yang menjadi penyuplai di antaranya adalah India, Pakistan, Thailand hingga Kamboja. Pada 2024 ini Indonesia mengimpor sebanyak 3,6 juta ton beras.

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengajak kabinetnya mewujudkan swasembada pangan dan energi periode 2024-2029. Dalam Sidang Kabinet Paripurna Perdana beberapa waktu lalu, Prabowo menegaskan pentingnya kemandirian Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik global saat ini.

Swasembada pangan dan energi merupakan salah satu dari 17 program prioritas Prabowo dalam visi Asta Cita. Dalam pidato pelantikan presiden, Prabowo optimistis Indonesia akan mencapai swasembada pangan dalam waktu 4-5 tahun ke depan, bahkan bisa menjadi lumbung pangan dunia.

"Saya yakin kita bisa mewujudkan ini dan tidak lagi bergantung pada pasokan pangan dari negara lain. Di masa krisis, tidak ada negara yang bersedia menjual makanan mereka kepada kita," tegas Prabowo. (kompas.com)


Akan Datangkan Dokter Asing 

Selain itu, Prabowo juga menyoroti potensi kerja sama di bidang kesehatan dan pendidikan. Ia mengungkapkan kebutuhan Indonesia akan tenaga medis yang mendesak, mengingat saat ini Indonesia kekurangan 160.000 dokter.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved