Berita Bali

Baru Dua Hari Hujan di Bali, Terjadi Banjir dan Longsor di Beberapa Titik 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali catatkan dampak hujan dengan intensitas tinggi dua hari di Bali. 

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, Made Rentin 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali catatkan dampak hujan dengan intensitas tinggi dua hari di Bali

Melalui rilis tertulisnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, Made Rentin telah merangkum data kejadian bencana dan penanganan yang dilakukan oleh BPBD Provinsi Bali dan BPBD Kabupaten/Kota se-Bali Sabtu 30 November 2024 hingga Minggu 01 Desember 2024. 

Baca juga: PENGGEREBEKAN! Polres Buleleng Target 1 Keluarga, Suami dan Anak Kabur, Istri pun Dikerangkeng

“Yakni, pohon tumbang sebanyak sepuluh titik diantaranya di Kabupaten Karangasem lima pohon, Kabupaten Buleleng tiga pohon, Kabupaten Jembrana satu pohon dan Kabupaten Tabanan satu pohon. Dapur roboh ada satu titik di Kabupaten Karangasem,” jelas, Rentin Senin 2 Desember 2024. 

Juga terdapat musibah Tanah Longsor sebanyak lima titik diantaranya di Kabupaten Jembrana tiga titik dan Kabupaten Tabanan dua titik. 

Baca juga: SELAMAT JALAN Ni Putu, Gadis Belia Teriak Lalu Meninggal di Klungkung, Setrika Tertempel di Leher

Sebelumnya, terdapat seorang anak laki-laki bernama Irsa Ramadhon (3,5) mengalami peristiwa tragis setelah terseret arus saluran irigasi di Jalan Pesagi, Desa Pesagi, Kecamatan/Kabupaten Karangasem, Bali, Sabtu 30 November 2024 malam.

Kejadian ini bermula saat Irsa pergi ke warung bersama saudaranya. 

Tak lama kemudian, saudaranya kembali tanpa Irsa. 

Pihak keluarga yang merasa cemas segera melakukan pencarian bersama warga sekitar dan menemukan sandal milik korban di sekitar aliran irigasi.

 


Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan permintaan bantuan pada pukul 23.05 WITA. 

Berdasarkan informasi awal, kejadian diperkirakan terjadi sekitar pukul 20.30 WITA. 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan bahwa 5 personel dari Pos SAR Karangasem segera dikerahkan ke lokasi kejadian yang tidak terlalu jauh dari pos mereka. 

 


“Ditemukannya sandal milik korban menjadi petunjuk awal. Tim SAR gabungan langsung memfokuskan pencarian di sepanjang aliran irigasi,” ujar Nyoman Sidakarya, Minggu 1 Desember 2024.

 


Memasuki dini hari, sekitar Pukul 00.20 Wita, tubuh Irsa ditemukan oleh tim SAR gabungan sekitar 1,5 kilometer arah tenggara dari rumahnya. Korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia. Jenazahnya kemudian dievakuasi ke RSUD Karangasem. 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved