Cuaca Ekstrem di Bali

2 Buruh Proyek Tewas Tertimbun Longsor di Ubud Bali, Cuaca Ekstrem Diprediksi 5 Hari ke Depan

Dua buruh proyek, R (14) asal Probolinggo dan Warsito (27) asal Lumajang, Jawa Timur, tewas akibat tertimbun longsor.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Kartika Viktriani
ISTIMEWA
Evakuasi - Insiden tragis ini terjadi di Banjar Tarukan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, pada Senin 9 Desember 2024. 

TRIBUN-BALI.COM – Dua buruh proyek, R (14) asal Probolinggo dan Warsito (27) asal Lumajang, Jawa Timur, tewas akibat tertimbun longsor.

Insiden tragis ini terjadi di Banjar Tarukan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, pada Senin 9 Desember 2024.

Hujan lebat yang mengguyur sejak pagi hingga malam menyebabkan tanah longsor, mengakibatkan kedua korban kehilangan nyawa.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua korban bersama tiga pekerja lainnya sedang menggali lubang pondasi untuk tembok merajan (tempat suci) milik seorang warga bernama I Wayan Beneng.

Penggalian dilakukan secara manual dengan alat seperti cangkul dan sekop, membuat lubang selebar 60 cm dan sepanjang 8 meter.

Baca juga: Daftar 12 Kejadian Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang di Badung Bali pada 24 November 2024

Sekitar pukul 14.30 WITA, hujan deras membuat tembok pagar merajan longsor.

Dua pekerja yang berada di dalam lubang galian tidak sempat menyelamatkan diri, tertimbun tanah dan material tembok. Rekan-rekan kerja yang selamat segera meminta bantuan.

Proses Evakuasi

Warga setempat dan pemilik proyek bergegas menggali tanah longsoran di tengah guyuran hujan.

Material longsor yang tebal menyulitkan proses evakuasi.

Setelah beberapa waktu, tubuh kedua korban berhasil ditemukan, tetapi nyawa mereka tidak tertolong.

Jenazah keduanya kemudian dibawa ke RSU Ari Santi, Ubud.

I Gusti Ngurah Dibya Presasta, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, mengonfirmasi bahwa penyebab kematian korban adalah tertimpa tanah longsor.

“Hujan deras terjadi di hampir seluruh wilayah Gianyar hari ini, tetapi insiden yang menelan korban jiwa hanya terjadi di Banjar Tarukan,” ujarnya.

Cuaca Ekstrem: Hujan Lebat 5 Hari ke Depan

Prakirawan BMKG Wilayah III Denpasar, Diana Hikmah, menyatakan bahwa cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sedang diperkirakan berlangsung selama lima hari ke depan.

“Saat ini terdapat pola pertemuan angin di wilayah Bali yang mendukung pertumbuhan awan hujan, sehingga meningkatkan potensi hujan lebat,” jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved