Pohon Tumbang di Monkey Forest

Objek Wisata Monkey Forest Ubud Ditutup Sampai Natal & Tahun Baru? Ini Jawaban GM dan Kadispar Bali

Penutupan ini menyusul insiden pohon tumbang yang menewaskan dua wisatawan mancanegara (wisman), Senin (10/12/2024).

Pixabay
MONKEY Forest - Sampai kapan penutupan objek wisata yang terkenal dengan kera-kera dan panorama hutan di Ubud ini?  Apakah pada liburan Natal dan Tahun Baru sudah kembali dibuka untuk kunjungan wisatawan? 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Objek wisata Monkey Forest Ubud, Gianyar, Bali, ditutup sementara. 

Penutupan ini menyusul insiden pohon tumbang yang menewaskan dua wisatawan mancanegara (wisman), Senin (10/12/2024).

Sampai kapan penutupan objek wisata yang terkenal dengan kera-kera dan panorama hutan di Ubud ini? 
Apakah pada liburan Natal dan Tahun Baru sudah kembali dibuka untuk kunjungan wisatawan?

General Manajer Monkey Forest, Anak Agung Bagus Bhaskara, mengatakan penutupan Monkey Forest Ubud untuk memberikan kenyamanan untuk keluarga korban.

"Pada waktu kejadian, kami tutup dan fokus terhadap korban dan keluarga sehingga mereka dapat kenyamanan meskipun tertimpa musibah,” kata Agung Bhaskara saat ditemui di Monkey Forest, Rabu (11/12/2024).

Baca juga: SAH! UMP Bali Jadi Rp 2.996.560, Dinas Ketenagakerjaan Bali Sebut 5 Kabupaten Tak Bisa Tetapkan UMK

Baca juga: DRIVER Pariwisata Bali Minta Pembatasan Kuota Mobil Taksi Online, Kemelut Kendaraan Non DK 

Proses evakuasi pohon tumbang di Monkey Forest, Ubud, Bali pada Selasa, 10 Desember 2024, akibat angin kencang dan hujan deras, menewaskan dua wisatawan asing dan melukai satu lainnya.
Proses evakuasi pohon tumbang di Monkey Forest, Ubud, Bali pada Selasa, 10 Desember 2024, akibat angin kencang dan hujan deras, menewaskan dua wisatawan asing dan melukai satu lainnya. (ISTIMEWA)

Saat tribun-bali.com mendatangi Monkey Forest Ubud, Rabu siang, objek wisata ini masih ditutup. 
Sejumlah wisatawan yang hendak berkunjung disuruh 'putar-balik' oleh petugas setempat. 

Sebab saat ini pihak pengelola masih fokus dengan pembersihan TKP, baik secara sekala maupun niskala. "Kamis besok akan digelar upacara mecaru (ritual pembersihan alam, red)," ujarnya. 

Agung Bhaskara belum tahu kapan Monkey Forest akan kembali dibuka setelah penutupan sementara ini.
Ia juga belum berani memastikan nanti apakah saat liburan Natal dan Tahun Baru Monkey Forest sudah buka kembali.

“Kami belum tahu kapan akan buka kembali, termasuk nanti saat Natal dan Tahun Baru apakah sudah kembali dibuka untuk wisatawan,” ujar Agung Bhaskara.

Pihaknya mengaku masih fokus dengan penanganan korban yang meninggal maupun yang masih dirawat karena luka-luka. 

“Untuk pembukaan kembali kami juga masih menunggu arahan Kapolres Gianyar dan Pemkab Gianyar.”
“Kami juga koordinasi dengan pemerintah untuk berbicara dengan konsulat. Itu fokus kami saat ini," lanjutnya.
Dua orang wisatawan mancanegara tewas dalam peristiwa pohon tumbang di Monkey Forest, Selasa (10/12/2024). Selain korban tewas, satu orang dinyatakan mengalami luka serius.

Berdasarkan data BPBD Gianyar, dua korban tewas ialah, Funny Justine Christine seorang perempuan berusia 32 tahun asal Prancis, dan Kim Hyoeun seorang perempuan berusia 42 tahun asal Korea Selatan. 

Sementara korban luka berat ialah Lee Sunni seorang perempuan berusia 43 tahun asal Korea Selatan. 
Jasad para korban dititipkan di RSU Kenak Medika Ubud.

Kejadian pohon tumbang di Monkey Forest Ubud Bali, 10 Desember 2024.
Kejadian pohon tumbang di Monkey Forest Ubud Bali, 10 Desember 2024. (IST)

Rencana Korban Dikremasi

Ditanya terkait kondisi korban saat ini, Agung Bhaskara mengatakan para korban selamat sudah mendapatkan perawatan terbaik di rumah sakit di Ubud

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved