Bencana Alam di Bali
KADEK Ambara Tewas Tertimbun Longsor, Karangasem Dilanda Longsor dan Banjir Bandang
Seorang buruh harian lepas, I Kadek Ambara (36) asal Desa Duda, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem meninggal dunia setelah terimbun longsor.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM – Dua wilayah di Kabupaten Karangasem dilanda bencana alam longsor dan banjir bandang.
Musibah tanah longsor terjadi di Wilayah Banjar Badeng Dukuh, Desa Sebudi Kecamatan Selat, karangasem, Jumat (13/12) pagi.
Seorang buruh harian lepas, I Kadek Ambara (36) asal Desa Duda, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem meninggal dunia setelah terimbun longsor.
Kasi Humas Polres Karangasem, Iptu Gede Sukadana mengungkapkan, kejadian longsor terjadi sekitar pukul 06.30 Wita. Saat itu, Kadek Ambara sedang memungut material batu di sekitar alur sungai Badeg Dukuh. Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai lokasi Galian C.
Baca juga: Sisa Waktu 2 Hari, Lihadnyana Geram Pembangunan Jogging Track Belum Selesai, Pagu Anggaran Rp1,068 M
Baca juga: Pemerintah & Warga Gotong Royong Bantu Rumah Roboh, BPBD Jembrana Bantu Layanan Kebutuhan Dasar

Kadek Ambara saat itu hendak menaikan material ke truk yang lokasinya berada di bawah tebing curam. Tiba-tiba, tebing dengan tinggi sekitar 30 meter dan lebar 15 meter longsor.
Material longsor langsung menimbun Kadek Ambara yang ada di bawahnya. Tidak hanya itu, tanah longsor juga menimbun 2 unit truk dan 3 unit sepeda motor. “Melihat kejadian itu, warga di sekitar loaksi berusaha mengevakuasi korban,” ujar Sukadana, kemarin.
Kadek Ambara yang sudah tidak sadarkan diri sempat dilarikan ke Puskesmas Selat. Setelah diperiksa dokter, ia dinyatakan meninggal dunia. “Diagnosa dokter, korban mengalami cedera patah tulang leher,” ungkap Sukadana.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribun Bali, selain 1 korban meninggal dunia, juga 3 orang korban lainnya yang mengalami luka-luka. Ketiga korban tersebut adalah Kadek Agus Julianan, Ali Murtadho dan Siyono.
Ketiganya berhasil selamat dalam peristiwa tersebut namun mengalami luka ringan.
Sosok Kadek Ambara dikenal sebagai buruh yang setiap hari bekerja menaikan dan menurunkan batu dari truk.
Ia merupakan tulang punggung keluarga. Kadek Ambara meninggalkan seorang istri dan 3 anak. Ketiga anak Kadek Ambara yaitu 2 laki-laki, yang paling besar SMA, anak kedua SD, dan anak paling kecil perempuan berusia 1 tahun.
Sementara itu, bencana banjir bandang menerjang ruas jalan utama di Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (12/12). Kejadian ini sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Karangasem-Buleleng tersendat dan menyebabkan kemacetan panjang.
Kapolsek Kubu, AKP I Gusti Agung Bagus Suteja mengatakan, hujan deras menyebabkan banjir bandang di 5 titik lokasi di jalur Kubu.
Di antaranya wilayah Tulamben, Pasar Rubaya, Tukad Sapta Beten Waru dan Tukad Ling. Banjir bandang itu hingga Jumat (13/12) menyisakan endapan material yang menganggu arus lalu lintas di jalan utama Karangasem-Buleleng, terutama di depan Pasar Rubaya.
“Endapan material cukup membuat arus lalin tersendat, ditambah aktivitas pasar dan pedagang yang meluber ke jalan,” ujar AKP Suteja, kemarin.
Pihak Balai Jalan Nasional menurunkan 1 unit alat berat untuk membersihkan material banjir bandang di jalan berstatus nasional tersebut. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem dan Provinsi Bali juga akan melakukan pembersihan dan assessment pasca kejadian.
OMBAK Ganas Terjang Rumah Hingga Tempat Ibadah, Belasan KK di Pebuahan Jembrana Terdampak! |
![]() |
---|
6 Desa Jadi Lokasi Pemasangan Sirine Peringatan Tsunami, 1976 Pernah Terjadi Gempa Besar di Seririt! |
![]() |
---|
POHON Perindang Potensi Tumbang Ditebang, BPBD Jembrana Lakukan Pendataan Sepanjang Jalur Nasional |
![]() |
---|
AMBRUK Dapur Milik Sumadia Saat Hujan Deras! Senderan Jalan Nasional di Jembrana Jebol |
![]() |
---|
TEWAS Sutriadnyani & Anaknya Terseret Arus Sungai, Hujan Deras Debit Air Sungai Seraya Meluap! |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.