Berita Buleleng
Sisa Waktu 2 Hari, Lihadnyana Geram Pembangunan Jogging Track Belum Selesai, Pagu Anggaran Rp1,068 M
Proyek pembangunan jogging track di Lapangan Bhuwana Patra, Singaraja telah dimulai sejak 17 Oktober 2024 lalu.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Proyek pembangunan jogging track di Lapangan Bhuwana Patra, Singaraja telah dimulai sejak 17 Oktober 2024 lalu. Sayangnya, proyek tersebut diyakini tidak akan selesai. Apalagi jika melihat tenggang waktu pengerjaan yang hanya tersisa dua hari lagi.
Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana bahkan sempat turun langsung untuk meninjau progres pengerjaan jogging track tersebut. Menurutnya jika melihat dari kontrak dibandingkan dengan realisasi pengerjaan, pihaknya yakin tidak akan selesai.
Baca juga: Luasnya Wilayah Buleleng, Butuh Tambahan Dua Pos dan Empat Unit Mobil Damkar!
Baca juga: Pemerintah & Warga Gotong Royong Bantu Rumah Roboh, BPBD Jembrana Bantu Layanan Kebutuhan Dasar
"Kontraknya ini (selesai) tanggal 15 Desember, sekarang sudah tanggal 13 Desember, lagi dua hari. Setelah saya melihat langsung, saya yakini tidak akan selesai. Sekalipun dikerjakan siang dan malam. Pun demikian (jika dikerjakan siang-malam) kami kan menuntut kualitas," ungkapnya, Jumat (13/12).
Mengenai proyek yang diyakini tidak akan selesai, Lihadnyana mengatakan pihaknya akan mengembalikan pada mekanisme aturan yang berlaku. Tentu akan ada pinalti yang diberikan kepada kontraktor, mengingat ada keterlambatan. "Tapi tidak hanya itu. Saya juga akan tuntut kualitas, karena animo masyarakat berharap adanya jogging track ini tinggi," tegasnya.
Lihadnyana mengingatkan proyek pembangunan jogging track ini menggunakan uang rakyat, yang mana fasilitas ini nantinya juga dimanfaatkan oleh rakyat. Pihaknya selaku penjabat kepala daerah punya beban moril untuk tanggungjawab atas pembangunan di Kabupaten Buleleng.
"Untuk rakyat Buleleng saya harus persembahkan yang terbaik. Tidak hanya proyek ini, saya juga akan cek progres dari proyek-proyek lainnya. Karena ini sudah memasuki injury time," tegasnya.
Diketahui, proyek pembangunan jogging track dikerjakan oleh CV Sari karya dengan nilai kontrak Rp 994.520.400 dari pagu anggaran yang disiapkan Rp 1.068.000.000. Proyek ini ditargetkan selesai pada minggu ketiga bulan Desember dengan waktu pengerjaan 120 hari kalender. (mer)
Terlambat Diakibatkan Cuaca Ekstrem
Sementara itu dihubungi terpisah, Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra mengatakan, realisasi pembangunan jogging track hingga kini mencapai 90 persen. Sementara keterlambatan disebabkan akibat cuaca hujan yang turun secara kontinyu.
"Tetapi itu tidak bisa menjadi alasan. Sebab jika terlambat sudah ada SOP-nya, yakni pengenaan denda keterlambatan (pinalti), yakni 1/1000 dikali nilai kontrak per hari keterlambatan," ucapnya. (mer)
HADAPI MAUT BERDUA! Dewi dan Gede Meninggal di Gerokgak Buleleng, Kelakuan Sopir Bikin Geram |
![]() |
---|
TEMPAT Nongkrong Timur Pura Penimbangan Buleleng Dirobohkan! Simak Alasan Selengkapnya |
![]() |
---|
TEWAS Ibu & Anak Terpental, Kecelakaan di Buleleng, Sopir Truk Mengantuk Saat Berkendara |
![]() |
---|
Tragis, Laka Maut di Buleleng Bali Renggut Nyawa Ibu dan Anak, Korban Terpental Sopir Truk Kabur |
![]() |
---|
PERJALANAN TERAKHIR Bareng Istri di Buleleng, Wayan Mastri Berpulang Secara Tragis Dihadapan Suami |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.