Berita Klungkung

USUL Rp4,5 M Tangani Abrasi, Pemasangan Tanggul Darurat di Pantai Mongalan Tunggu Air Laut Surut

Rencana pemasangan tanggul darurat, untuk mengurangi dampak abrasi di pesisir Mongalan, Desa Kusamba, Klungkung masih menunggu air laut surut.

istimewa
ABRASI - Rencana pemasangan tanggul darurat, untuk mengurangi dampak abrasi di pesisir Mongalan, Desa Kusamba, Klungkung masih menunggu air laut surut. 

TRIBUN-BALI.COM -  Rencana pemasangan tanggul darurat, untuk mengurangi dampak abrasi di pesisir Mongalan, Desa Kusamba, Klungkung masih menunggu air laut surut. Sementara Dinas PUPR Klungkung telah mengajukan usulan sekitar Rp 4,5 miliar untuk penanganan abrasi di kawasan pesisir Kusamba.

Sampai saat ini, masyarakat di Pesisir Pantai Mongalan, Desa Kusamba masih dihantui ombak besar. Abrasi parah terus memgikir daratan, dan membuat keberadaan 4 rumah warga di kawasan diterjang ombak besar. Terlebih saat hari purnama seperti saat ini, ombak kian besar.

Sementara penanganan belum dapat dilakukan, karena pembangunan tanggul pengaman pantai permanen belum bisa dianggarkan tahun ini.

"Karena sudah akhir tahun, saat ini belum bisa dianggarkan (pembuatan tanggul). Jadi pihak BWS (Balai Wilayah Sungai Bali-Penida) membantu sementara dengan pemasangan geobag untuk tanggul darurat," ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Klungkung, I Made Jati Laksana, Minggu (15/12).

Baca juga: Wamenpar Pastikan Kesiapan Nataru di Pelabuhan Gilimanuk, Dorong Wisata Berkualitas di Bali Barat

Baca juga: TRAGEDI Kebakaran di Mendoyo, Diduga Korsleting Listrik, Barang Berharga Ludes, Simak Beritanya! 

Pemasangan Geobag pun baru akan dilakukan setelah Hari Purnama yang jatuh pada Minggu (15/12). Mengingat saat Hari Purnama, air laut biasanya pasang dan ombak pantai cukup tinggi. 

"Pemasangan geobag masih harus menunggu air laut surut. Jadi akan dipasang setelah purnama hari ini," jelas dia.

Sementara itu, usulan untuk pembangunan tanggul pengaman pantai permanen tetap diajukan oleh Dinas PUPRKP dan telah diterima BWS Bali-Penida.

Usulan tersebut berupa rehab dan pembangunan tanggul pengaman pantai sepanjang 200 meter di Pantai Mongalan."Nilai usulan kami itu sekitar Rp4,5 Miliar," jelas Jati Laksana.

Nantinya anggaran itu untuk rehab atau perbaikan saluran pada ujung muara sungai. Serta di sisi timurnya, pembangunan tanggul pengaman pantai baru sepanjang sekitar 200 meter. "Semoga pembangunan tanggul pengaman pantai ini dapat segera realisasi," harapnya.

Sebelumnya, empat kepala keluarga yang tinggal di pesisir Pantai Mongalan, Desa Kusamba merasa was-was rumah mereka diterjang ombak besar. 

Hal ini karena abrasi parah yang terus mengikis pesisir. Bahkan terjangan ombak besar, membuat 1 KK telah mengungsi ke tempat yang lebih aman. (mit)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved