Berita Gianyar

NEKAT Langgar Sungai, Molly Hilang di Gianyar, Gajah Bali Zoo Hanyut

Viral di media sosial tentang adanya seekor gajah yang hanyut terbawa arus sungai, Senin 16 Desember 2024.

Tribun Bali/ Rizal Fanany
Seorang pemangku menyiramkan tirta pada tiga ekor gajah saat peringatan hari Tumpek Kandang di Bali Zoo Park, Gianyar, Sabtu (3/10/2015). Umat hindu Bali menggelar upacara khusus bagi binatang peliharaan setiap enam bulan sekali untuk memohon keharmonisan dan kelestarian bagi hewan peliharaannya. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Viral di media sosial tentang adanya seekor gajah yang hanyut terbawa arus sungai, Senin 16 Desember 2024.

Rupanya gajah tersebut merupakan milik Bali Zoo yang berada di kawasan Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali.

Saat ini tim masih melakukan pencarian terhadap gajah tersebut. 

Baca juga: Pohon Kepuh Tumbang di Pura Batan Kutuh Klungkung, Timpa Bangunan Pura Sampai Minimarket

Kasie Konservasi Wilayah I BKSDA Bali, Sumarsono, Selasa 17 Desember 2024 menjelaskan, gajah yang hanyut terseret arus tersebut dikenal dengan nama Molly.

Kejadiannya bermula saat Molly, gajah betina berusia 30 tahun, sedang dipandu oleh mahout (pawang gajah) untuk kembali ke holding area setelah menyelesaikan kegiatan sosialisasi rutin.

Baca juga: Meski Menang, Bali United Masih Banjir Kritikan, Coach Teco Buka Suara Usai Dituntut Mundur

Kegiatan ini merupakan bagian dari program perawatan harian, di mana gajah diberi kesempatan untuk bermain, menjelajahi lingkungan sekitar, dan menjalani stimulasi mental serta fisik untuk menjaga kesejahteraan mereka.

Rute kembali ke holding area, melintasi sebuah sungai yang biasanya memiliki arus tenang.

Namun, hujan besar tiba-tiba turun, menyebabkan debit air di sungai meningkat drastis dan arus menjadi deras. 

"Akibatnya, Molly kehilangan keseimbangan dan terbawa arus. Proses pencarian sedang berlangsung," ujar Sumarsono.

Kata dia, pencarian tersebut dilakukan oleh berbagai pihak.

"mahout bersama tim Bali Zoo telah berusaha keras melakukan pencarian sejak kejadian terjadi. Pencarian dilakukan secara intensif, melibatkan berbagai pihak, dengan fokus pada area sungai dan sekitarnya," ujarnya.

Belakangan ini, Kabupaten Gianyar secara keseluruhan memang sedang memasuki musim hujan, dengan intensitas hujan deras disertai angin kencang.

Berbagai musibah pun terjadi dampak cuaca ekstrem ini menyebabkan debit air sungai meninggi dan berarus deras. 

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta menjelaskan, dalam cuaca ekstrem ini, masyarakat dihimbau untuk berhati-hati saat berada di areal sungai dan pantai.

Sebab, curah hujan yang tinggi, menyebabkan air sungai dan laut tidak menentu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved