Berita Buleleng
Suyasa Minta Disdikpora Segera Ajukan Usulan, Perbaikan Atap Ruang Kelas SDN 5 yang Ambruk
Selain itu menurut Sekda Suyasa, apabila dinilai sangat urgent (mendesak) maka perbaikan juga bisa dilakukan melalui pergeseran anggaran.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Ambruknya atap ruang kelas IIb di SDN 5 Kampung Baru, Kecamatan Buleleng bisa saja segera dilakukan perbaikan, tanpa perlu menunggu Dana Alokasi Khusus (DAK). Salah satu caranya yakni dengan melakukan pergeseran anggaran.
Hal tersebut diungkapkan Sekda Buleleng, Gede Suyasa, Kamis (26/12). Dikatakan jika pihaknya belum tahu apakah perbaikan ruang kelas sudah diusulkan melalui DAK. Apabila sudah diusulkan, maka perbaikan bisa dilakukan dengan mengganti sumber dana.
"Bisa saja dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Bagi Hasil (DBH). Jadi tidak harus dari DAK," katanya.
Baca juga: SURAT Wasiat Sebelum Tragedi Berdarah di Bangli, Ada Kaitan Warisan? Kasus Suami Tega Bunuh Istri
Baca juga: 311 Napi Dapat Remisi Khusus Hari Natal, Kadivpas: Setiap Orang Berhak Dapat Kesempatan Kedua
Selain itu menurut Sekda Suyasa, apabila dinilai sangat urgent (mendesak) maka perbaikan juga bisa dilakukan melalui pergeseran anggaran. Hanya saja, ia mengakui belum menerima permohonan rehab dari Disdikpora.
Pihaknya pun meminta Disdikpora segera mengajukan usulan. Sehingga Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bisa mengajukan kepada Penjabat (Pj) Bupati ihwal usulan yang bersifat mendesak.
"Kalau memang itu (perbaikan) sangat urgent, Disdikpora harus melakukan upaya. Contoh misalnya mengajukan ke kita (TAPD) agar segera ajukan (usulan) ke Pj Bupati," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan atap ruang kelas IIb di SDN 5 Kampung Baru ambruk, yang diduga akibat hujan deras. Peristiwa ini diketahui pada Rabu (25/12) pagi.
Menurut Kepala SDN 5 Kampung Baru, I Made Sukarsa, ambruknya atap di ruang kelas IIb ini dikarenakan kondisi atapnya memang sudah rapuh.
Namun akibat peristiwa ini pula, praktis menambah daftar ruang kelas di SDN 5 Kampung Baru yang tidak bisa difungsikan. Sebab bangunan di sisi barat kondisi atapnya juga sudah melengkung, dan sejak setahun belakangan tidak difungsikan dengan alasan keamanan siswa.
"Bangunan itu awalnya difungsikan untuk tiga ruang kelas. Di antaranya kelas II a, III a, dan III b. Namun karena kondisinya demikian (atap melengkung), alhasil sejak setahun belakangan kegiatan belajar mengajar siswa di tiga kelas itu, kami pindahkan ke aula. Karena khawatir atapnya ambruk sewaktu-waktu," ujarnya.
Sukarsa mengaku sudah melaporkan peristiwa ini pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, serta sistem Data Pokok Kependidikan (Dapodik). Hanya saja ia belum tahu kapan pastinya mendapat anggaran perbaikan. (mer)
| Perjuangkan Nasib Warga Pegayaman, Dewan Buleleng: Jangan Sampai Digusur tapi Tak Bisa Bangun Rumah |
|
|---|
| Warga Pegayaman Protes Ganti Untung Shortcut Singaraja-Mengwitani, Nilai Tanah Dinilai Tak Adil |
|
|---|
| Stok Cadangan Beras Buleleng Tersisa 17 Ton, Pengadaan Tambahan Masih Tunggu Arus Kas |
|
|---|
| Stok Cadangan Pangan Buleleng Tersisa 17 Ton, Pengadaan Tambahan Tunggu Arus Kas |
|
|---|
| Siang Bolong, Polisi Gagalkan Transaksi Belasan Paket Sabu-sabu, 1 Pengedar Diamankan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wgveher-d4.jpg)