Tahun Baru 2025

TANPA Perayaan Pergantian Tahun di Badung, Baru Kali Ini, Dispar Alihkan Pakai Promosi ke Jerman

Khususnya sebelumnya, dengan rutin menyelenggarakan pesta kembang api yang dilengkapi berbagai hiburan.

Tribun Bali/ Rizal Fanany
KEMBANG API - Namun pada penghujung tahun 2024, Pemkab Badung melalui Dinas Pariwisata (Dispar) malah tidak lagi menggelar pesta kembang api itu. Dengan alasan akan melakukan promosi pariwisata ke Negara Jerman yang sudah dilaksanakan pada awal tahun 2024. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Momen pergantian tahun, biasanya benar-banar dimanfaatkan Pemkab Badung untuk menarik kunjungan wisata.

Khususnya sebelumnya, dengan rutin menyelenggarakan pesta kembang api dilengkapi berbagai acara hiburan.

Namun pada penghujung tahun 2024, Pemkab Badung melalui Dinas Pariwisata (Dispar) malah tidak lagi menggelar pesta kembang api itu.

Dengan alasan akan melakukan promosi pariwisata ke Negara Jerman yang sudah dilaksanakan pada awal tahun 2024.

Kendati demikian, saat ini malah  Desa Adat Kuta yang kabarnya tetap akan menggelar acara perayaan malam tahun baru melalui acara pengembangan kreativitas UMKM lokal.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Nyoman Rudiarta saat dikonfirmasi tidak menampik hal tersebut.  Selaku perangkat daerah pengampu kegiatan tutup tahun memutuskan untuk tidak melaksanakan kegiatan pesta kembang api tahun ini di Kuta. Hal itu sesuai dengan hasil monitoring dan evaluasi kegiatan yang selama ini dilaksanakan. 

Kepala Dinas Pariwisata Badung, Nyoman Rudiarta.
Kepala Dinas Pariwisata Badung, Nyoman Rudiarta. (ISTIMEWA)

"Momentum perayaan tutup tahun sekaligus menyambut Tahun Baru 2025, merupakan salah satu momen penting dalam perjalanan kehidupan dan memaknai mementum tersebut sejatinya lebih pada upaya untuk lebih mulat sarira.  

Selain itu melakukan perenungan dan kontemplasi, dengan penuh harapan dan energi kebahagiaan yang berkelanjutan untuk direalisasikan bersama," tuturnya. 

Momentum tahun baru menurutnya, lebih pada pewujudan hakekat makna sesui dengan kebiasaan dan tradisi masyarakat setempat dan komunitas yang ada.

Peniadaan perayaan tahun baru juga berdasarkan atas masukan, akibat berbagai persoalan yang ada di Bali dan Badung, di mana Badung merupakan barometer pariwisata.

Selain itu, pihaknya mengaku memiliki tanggung jawab mengembangkan inisiatif dalam menginisiasi hal-hal yang diorientasikan, pada upaya menemukan solusi atas persoalan kemacetan di wilayah Badung selatan, termasuk Kuta dan canggu.

Begitu juga masalah sampah dan persoalan lain, yang terkait dengan komunitas masyarakat setempat. 

"Tentu masih hangat dalam ingatan kita beberapa bulan lalu, ada pernyataan dari Fodor Travel yang menyatakan Bali tak layak dikunjungi pada tahun 2025.

Fodor menulis bahwa 'No List' berfungsi menyoroti destinasi-destinasi yang industri pariwisatanya mengakibatkan tekanan berat terhadap lingkungan dan masyarakat lokal.

Tekanan ini perlu ditangani agar destinasi-destinasi favorit dunia ini dapat tetap menarik untuk generasi berikutnya," ucapnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved