Kecelakaan di Buleleng
Amor ring Acintya Ketut Nanda, Bayi Enam Bulan Tewas Pasca Kecelakaan di Buleleng
Keluarga Made Artana warga Banjar Dinas Suka Darma, Desa/Kecamatan Tejakula, Buleleng mengalami kecelakaan di ruas jalan jurusan Singaraja menuju Kara
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Bayi Enam Bulan Tak Selamat, Keluarga Made Artana Dilarikan ke RS Pasca Kecelakaan di Buleleng
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Keluarga Made Artana warga Banjar Dinas Suka Darma, Desa/Kecamatan Tejakula, Buleleng mengalami kecelakaan di ruas jalan jurusan Singaraja menuju Karangasem.
Nahasnya, bayi berusia 6 bulan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Baca juga: Kecelakaan Pesawat Jeju Air, 124 Orang Tewas, 2 Awak Selamat dan Sisakan Bagian Ekor
Peristiwa kecelakaan itu terjadi pada hari Rabu (1/1/2025), sekitar pukul 15.30 wita.
TKP berada di jalan Singaraja - Amlapura kilometer 16.000, tepatnya di wilayah Banjar Dinas Kaja Kangin, Desa/Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.
Kapolsek Kubutambahan, AKP Kadek Robin Yohana saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Baca juga: UPDATE Kasus Kecelakaan Pesawat Jeju Air, 2 Orang Selamat, Diduga Akibat Burung dan Landing Gear
Ia mengatakan peristiwa kecelakaan dialami Made Artana yang mengendarai sepeda motor Yamaha Fazzio DK 3791 UBN dengan Gede Pancara Satra Wiguna yang mengendarai Honda Beat DK 6180 UBL.
"Pada saat itu, Made Artana membonceng keluarganya. Di antaranya istrinya Putu Juni Antari (34), serta dua anaknya Komang Diah Safira (6) dan Ketut Nanda Putri (6 bulan)," ungkapnya dikonfirmasi Kamis (2/1/2025).
Sementara pengendara Honda Beat membonceng satu orang. Yakni Gusti Agung Pastika Mandala.
Baca juga: TEWAS 2 Orang di Bangli, Kecelakaan Jalur Gianyar-Bangli, Pengendara Sepeda Motor Tabrak Pantat Truk
"Keduanya asal Banjar Dinas Kaja Kauh, Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula," ucapnya.
Lebih lanjut diterangkan, kecelakaan berawal saat Gede Pancara datang dari arah timur menuju barat, atau dari arah Amplapura menuju Singaraja.
Pemuda 22 tahun itu melaju dengan kecepatan tinggi.
Baca juga: PCX Hantam NMAX Saat Menyalip, Faiqurridwan Meninggal Pasca Kecelakaan di Penarukan Buleleng
Hingga di dekat lokasi kejadian, Gede Pancara banting stir, dengan maksud menghindari genangan air.
Sayangnya ia mengambil haluan terlalu ke kanan.
"Pada saat bersamaan tiba sepeda motor yang dikemudikan Made Artana membonceng keluarganya. Alhasil kecelakaan tak dapat dihindarkan," ujarnya.
Kerasnya benturan dua sepeda motor mengakibatkan Made Artana mengalami patah pada tangan kiri, jarinkelingking robek, lebam pada dada kiri, dan mengalami sesak nafas. Sedangkan istrinya mengalami luka lecet pada lutut.
"Anak Made Artana bernama Komang Diah Safira mengalami patah tulang pada kaki kiri. Sementara Ketut Nanda Putri mengalami bengkak kepala samping kanan, dari telinga keluar darah."
"Seluruh keluarga Made Artana dilarikan ke RS Kertha Usada untuk mendapatkan penanganan medis. Sayangnya nyawa balita berusia 6 bulan tidak bisa diselamatkan," ucapnya.
Adapun pengendara Honda Beat DK 6180 UBL, Gede Pancara mengalami luka-luka di kepala dan tubuh bagian lain, termasuk lecet pada lutut kiri dan pendarahan dari hidung.
Yang dibonceng, Agung Pastika (22), mengalami luka di kepala, tangan kiri, serta kaki kiri dan kanan. "Keduanya saat ini masih dirawat di RS Kertha Usada Singaraja," imbuh Kapolsek.
Lebih lanjut dikatakan, peristiwa kecelakaan yang menewaskan bayi berusia enam bulan tersebut masih ditangani pihak kepolisian.
Personel Sat Lantas Polres Buleleng telah mengamankan dua motor yang terlibat kecelakaan.
Polisi juga melakukan olah TKP serta memeriksa keterangan saksi yang mengetahui kejadian itu.
"Kesimpulan sementara kecelakaan diakibatkan kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor Honda Beat DK 6180 UBL, karena mengambil haluan terlalu kekanan. Sehingga terjadi kecelakaan," tandasnya. (*)
Berita lainnya di Kecelakaan di Buleleng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/whbgerdhnjrtfjnm.jpg)