Berita Bali
Harga Cabai Rawit Tembus Rp 130 Ribu Per Kilogram Di Bali, Masyarakat Kurangi Beli
Cabai yang Kadek Ani jual diambil dari pemasoknya yang berasal dari Klungkung, Bali.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Harga cabai rawit sepedas rasanya, dari pantauan Tribun Bali, harga cabai rawit di Pasar Kumbasari Denpasar tembus harga Rp 130 ribu per kilogramnya.
Harga cabai ini tertinggi setelah saat Tahun Baru lalu Rp 120 ribu per kilogramnya.
Salah satu pedagang bumbu di Pasar Kumbasari Denpasar, Kadek Ani mengatakan, pembeli pun mengurangi jumlah pembelian cabai rawit sebab harganya yang cenderung mahal.
“Sekarang harga cabai Rp 130 ribu, Tahun Baru kemarin Rp 120 ribu naik lagi. Mungkin gara-gara hujan atau gimana. Jadi pembeli mengurangi. Terakhir paling murah Rp85 ribu dan pembeli baru berani beli sekilo,” ucap Kadek, Sabtu 4 Januari 2025.
Baca juga: NAIK Harga Pangan! Cabai, Gula dan Bawang, Imbas Permintaan Tinggi di Akhir Tahun 2024
Cabai yang Kadek Ani jual diambil dari pemasoknya yang berasal dari Klungkung, Bali.
Sama halnya dengan Kadek Ani, Gede Ari selaku penjual bumbu dapur di Pasar Kumbasari mengatakan kini ia menjual cabai rawit seharga Rp 130 ribu per kilogram.
“Iya cabai lagi mahal. Sekarang Rp 130 ribu saya jual. Kemarin masih Rp 120 ribu. Gak tentu kapan turunnya biasanya mungkin lagi tiga hari turun (harganya),” kata Gede Ari.
Sementara itu, Putu Ina selaku pembeli cabai rawit mengatakan sangat mengeluhkan harga cabai rawit yang melonjak naik.
Biasanya ia membeli cabai hingga 1 kilogram untuk stok memasak di rumahnya.
Namun karena harganya yang mahal ia hanya membeli cabai setengah kilogram saja.
“Ini tadi saya beli (cabai rawit) setengah kilogram saja. Harganya mahal banget kata dagangnya sekilo Rp 130 ribu. Jadi tadi belinya setengah kilo saja Rp 65 ribu,” jelas Ina.
Kumpulan Artikel Bali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.