Berita Buleleng

Biaya Tes Kesehatan Rp430 Ribu untuk PPPK, RSUD Buleleng Per Hari Batasi 175 Orang

Direktur RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha mengungkapkan, pelayanan tes kesehatan di RSUD Buleleng diatur per harinya sebanyak 175 orang.

Istimewa
Ilustrasi - Layanan tes kesehatan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Buleleng, telah dibuka sejak Jumat (3/1). Karena banyaknya calon PPPK yang perlu dokumen keterangan sehat, maka pelayanan ini dibatasi per harinya. 

TRIBUN-BALI.COM -  Layanan tes kesehatan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Buleleng, telah dibuka sejak Jumat (3/1). Karena banyaknya calon PPPK yang perlu dokumen keterangan sehat, maka pelayanan ini dibatasi per harinya.

Direktur RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha mengungkapkan, pelayanan tes kesehatan di RSUD Buleleng diatur per harinya sebanyak 175 orang.

Jumlah ini sesuai data yang telah disiapkan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng. 

"Karena calon PPPK yang memerlukan keterangan sehat banyak, maka kami minta kepada BKPSDM agar disiapkan jumlah optimalnya. Sehingga pemeriksaan dalam sehari tidak berlebihan ataupun kurang," ucapnya, Minggu (5/1). 

Baca juga: TANGANI Sampah di Bali, Giri Prasta Pikirkan Bikin Pulau Semakau Singapura

Baca juga: DESA Taro Penerima Terbesar, Paling Sedikit Desa Suwat, Gianyar Terima Rp74 M Dana Desa dari Pusat

Kendati hanya 175 orang per hari, Arya mengatakan layanan ini dibuka sampai hari Sabtu dan Minggu. Pemeriksaan kesehatan hanya butuh waktu satu hari. "Tidak ada persiapan khusus sebelum pemeriksaan kesehatan," ujarnya. 

Kata Arya, layanan kesehatan ini meliputi tiga jenis pemeriksaan. Mulai dari kesehatan fisik, mental, hingga bebas narkoba. Sedangkan biaya layanan kesehatan nilainya sebesar Rp 430 ribu. "Proses tahapan seleksi untuk tesnya memang tidak bayar. Tapi untuk pemeriksaan kesehatan ini bayar. Karena ada tarif di perdanya," jelas dia. 

Dalam melayani calon PPPK, RSUD Buleleng menambah jumlah tim medical check up. Termasuk dengan dokter dari semula dua orang saat ini menjadi empat orang, serta psikiater menjadi dua orang. 

"Kami sudah biasa melayani pemeriksaan kesehatan, seperti untuk keperluan pileg, pilkada maupun haji. Namun biasanya jumlah kunjungan reguler hanya lima hingga 10 orang per hari. Karena saat ini jumlahnya berkali-kali lipat, maka kami tambah tim, dokter dan psikiater," ungkapnya. (Mer)

Lulus Seleksi PPPK 3.586 Orang

Tak hanya menambah tim, Direktur RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha mengatakan, juga menyiapkan ruangan khusus untuk pemeriksaan kesehatan. Lokasinya berada di lantai empat gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD). 

"Ruangan tersebut sebelumnya digunakan untuk pertemuan dan perkuliahan. Sekarang disetting untuk tes kesehatan agar lebih mudah dan luas," tandasnya. 

Untuk diketahui, tenaga non ASN Buleleng yang lulus seleksi PPPK sebanyak 3.586 orang. Pasca dinyatakan lulus, calon PPPK wajib melengkapi sejumlah berkas.

Meliputi pas foto terbaru pakaian formal latar merah, ijazah dan transkrip nilai asli, print out daftar riwayat hidup bermaterai, surat pernyataan, SKCK, surat sehat jasmani rohani, serta surat keterangan tidak mengkonsumsi dan menggunakan narkoba. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved