Ojol Non DK di Bali
FPDP Bali Gelar Aksi 1.000 Driver Pariwisata, Keluhkan Maraknya Ojol Non DK
Rencananya peserta aksi ini berjumlah 1.000 orang dari seluruh driver pariwisata di Bali bahkan bisa lebih.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Forum Perjuangan Driver Pariwisata (FPDP) Bali akan menggelar aksi orasi di depan Kantor DPRD Bali pada, Senin 6 Januari 2025, pukul 09.00 Wita.
Hal ini diungkapkan Wakil Ketua FPDP Bali Gustu Kompyang saat dikonfirmasi, Sabtu 4 Januari 2025.
Rencananya peserta aksi ini berjumlah 1.000 orang dari seluruh driver pariwisata di Bali bahkan bisa lebih.
Menurutnya FPDP Bali merupakan paguyuban atau wadah dan pangkalan driver Bali.
Baca juga: Disabilitas dan Lansia Mengaku Terbantu Bus Trans Metro Dewata: Naik Ojol Rp65 Ribu Sekali Jalan
“Aksi ini dilakukan untuk menuntut keadilan pemerintah mengingat situasi dan keadaan pariwisata Bali sedang tidak baik-baik saja terutama di sisi transportasi,” kata Gustu.
Gustu juga menjelaskan sebelum melakukan aksi ini FPDP Bali telah bersurat ke beberapa instansi di antaranya Polisi Daerah Bali, DPRD BALI dan pihak terkait lainnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, terdapat beberapa penting poin tuntutan FPDP.
Di antaranya melakukan pembatasan kuota mobil dan motor taksi online Bali karena sudah sangat macet.
Serta menertibkan dan menata ulang keberadaan vendor atau Aplikasi Transportasi Angkutan Sewa Khusus di Bali karena kurangnya pengawasan mengenai SOP yang berkaitan dengan pelayanan, bahasa asing, etika berkendara dan pelanggaran lalu lintas.
“Membuat Standarisasi dan perbedaan tarif untuk angkutan sewa khusus terutama untuk zona pariwisata di Bali. Menuntut pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap taksi online atau vendor yang memakai plat palsu atau double plat dan ketidakjelasan identitas driver,” bebernya.
“Maka dari itu Kami mohon agar semua kalangan driver transport pariwisata ikut hadir dan memberikan dukungan dengan membawa bendera merah putih dan pamflet tuntutan demi pariwisata dan Bali yang kita cintai,” tegasnya. (sar)
Kumpulan Artikel Bali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.