Kecelakaan Bus SMK TI Bali Global Badung

TERIAK Histeris, Trauma Siswa SMK TI Global Jadi Saksi Mata Tragedi Kecelakaan Maut di Malang  

 Tragedi kecelakaan maut, yang melibatkan bus pariwisata dan sejumlah orang hingga menimbulkan korban jiwa menggoreskan trauma. 

DOK SURYA MALANG
TKP - Tragedi kecelakaan maut, yang melibatkan bus pariwisata dan sejumlah orang hingga menimbulkan korban jiwa menggoreskan trauma.  Seperti diketahui, bus pariwisata ini membawa rombongan siswa dari SMK TI Bali Global Badung, dan mengalami kecelakaan maut di Malang.  

“Semua penumpang selamat, cuma mereka syok semua. Ada yang diam, bengong, anak saya teriak nangis. Terus terang anak saya baru 2 bulan lalu pulih mentalnya, karena waktu kelas 2 SMP sempat mengalami kecelakaan, kakinya patah naik motor. Itu dia trauma berat. Sekarang dia lihat tabrakan bus di depan matanya sendiri, terguncang lagi mentalnya,” terang Andreas.

Dikatakan Andreas, anaknya pun sempat berontak dan minta dijemput oleh keluarganya yang kebetulan ada yang tinggal di Malang. Namun oleh travel dan pihak sekolah tidak diizinkan untuk lepas dari rombongan. 

"Anak saya nangis, berontak, minta untuk segera dijemput saudara untuk dibawa ke Malang. Tapi dari pihak travel dan sekolah tidak ngasi lepas dari rombongan. Tadi malam dia juga mengatakan ke saya, tidak akan ikut rombongan sekolah lagi, mau pulang sendiri, naik pesawat atau mobil pribadi," tuturnya.

Informasi terbaru yang didapatkan oleh Andreas, keempat bus yang ditumpangi rombongan kunjungan industrial dari SMK TI Global Badung sudah dilakukan pengujian oleh Polresta Batu dan dinyatakan tidak layak jalan. Dikatakan, untuk kepulangan ke Bali, semua bus akan diganti.

"Info dari kakak saya yang kebetulan juga polisi di Polres Batu, bus akan dikawal pulang ke Bali," bebernya.

Sebelumnya pihak sekolah terus berkoordinasi dengan guru pendamping, yang mendampingi rombongan siswa SMK TI Bali Global Badung pasca bus yang ditumpangi mengalami kecelakaan di Batu, Malang, Jawa Timur. Bahkan semua siswa dipastikan akan ke Bali dengan melakukan penggantian bus pariwisata.

"Dari hasil koordinasi kami, semua bus sudah dicek dan ternyata tidak layak atau ada kekurangan. Sehingga semua bus itu akan diganti dari PO di Jawa, dan pulang dikawal oleh pikah kepolisian," ujar Kepala SMK TI Bali Global I Made Indra Aribawa saat ditemui Kamis 9 Januari 2025.

Pihaknya mengakui, penggantian bus dilakukan karena memang ada kendala dari bus yang digunakan. Baik itu tahun bus, atau ban bus sehingga disebut tidak layak.

Dengan adanya pengecekan itu, dirinya mengaku beryukur untuk meyakinkan siswa termasuk orang tua agar mereka sampai Bali dengan selamat. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved