Berita Denpasar
Hamparan Rumput Laut Penuhi Pantai Duyung Sanur Bali, Dulu Dicari Pengepul, Kini Ditimbun
Nyoman Gara menuturkan, bulung ini akan semakin banyak saat air pasang atau purnama seperti saat ini.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Rabu 15 Januari 2025 pagi, bulung atau rumput laut memenuhi pesisir Pantai Duyung, Sanur, Denpasar, Bali.
Apalagi di bulan Purnama ini, air laut sedang pasang sehingga bulung yang terdampar di pantai lebih banyak dari biasanya.
Beberapa petugas kebersihan pun tampak menyapu dan menimbun bulung itu di pasir.
Salah satunya adalah Nyoman Gara yang setiap hari melakukan pembersihan bulung ini.
Baca juga: Warga Serangan Denpasar Diberi Pelatihan Memasak Sup hingga Olahan Bulung, Gunakan Bahan Lokal
"Ini setiap hari banyak bulungnya. Sebenarnya hampir di seluruh pantai di Sanur ada, tapi di sini paling banyak," papar Nyoman Gara yang membantu istrinya membersihkan sampah ini.
Nyoman Gara menuturkan, bulung ini akan semakin banyak saat air pasang atau purnama seperti saat ini.
Bahkan menurutnya bulung yang terdampar ini bisa mencapai ratusan kilogram.
"Ini sebenarnya cepat busuk. Kena air hujan saja busuk. Tapi kalau tidak dibersihkan kan kesannya kumuh," imbuhnya.
Dirinya mengaku, dulu ada pengepul khusus yang mencari bulung ini.
Sehingga ada beberapa warga yang mencari dan mengumpulkannya.
Akan tetapi, saat ini sudah tak ada yang mencari lagi karena pengepul tersebut sudah tak pernah datang.
"Sudah lama itu. Ada khusus pengepul, katanya dipakai kosmetik. Sekarang sudah tidak ada," paparnya.
Meskipun saat ini masih ada yang mencari, namun tidak banyak.
Menurutnya juga, bulung ini bisa dipakai sayur dan juga rujak.
"Ini bisa dimakan langsung. Tapi lebih bagus dicuci, kemudian direbus, diisi parutan kelapa dan bumbu. Enak. Bisa juga di jemur dulu, tapi tidak kenyal lagi," tuturnya.
Dirinya menambahkan, telah membersihkan pantai dari bulung yang terdampar sejak zaman Gubernur Prof. Dr. Ida Bagus Mantra.
"Saya dulu nyari batu karang sambil nyari tamu. Tapi karena dilarang nyari batu karang, diberikan pekerjaan membersihkan pantai ini jadi petugas DKP," katanya. (*)
Kumpulan Artikel Denpasar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.