Penemuan Mayat di Gianyar

SADIS! 17 Luka Tusukan di Tubuh Agus, Polres Gianyar: Korban & Pelaku Gak Kenal, Itu Pengaruh Miras

Dalam pengungkapan kasus tewasnya Agus, jumlah saksi yang diperiksa 21 orang. Selain saksi, polisi juga memeriksa sejumlah CCTV.

IST
KOLASE - Para pelaku yang menghabisi nyawa I Made Agus Aditya di Jalan Raya Tojan, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar saat diamankan di Mapolres Gianyar, Kamis (23/1). 

TRIBUN-BALI.COM - Peristiwa tewasnya I Made Agus Aditya (26) asal Banjar Tengah, Desa Blahbatuh, Gianyar akhirnya terkuak.

Satreskrim Polres Gianyar mengamankan 3 pelaku utama, atau dalang atas tewasnya Agus dalam peristiwa di Jalan Raya Tojan, Desa Pering, Blahbatuh.  

Kapolres Gianyar, AKBP Umar, menjelaskan, tiga pelaku utama telah ditangkap. Namun pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mencari keterlibatan pelaku lain dalam peristiwa ini.

“Kita masih melakukan pendalaman, diduga masih ada pelaku lain,” kata AKBP Umar dalam keterangan pers, Kamis (23/1).

Adapun 3 pelaku yang diamankan adalah I Putu Sudarsana, (24) asal Buleleng tinggal di Desa Sibang Gede, Abiansemal, Badung dan 2 pelaku lainnya yaitu I Komang Indrajita (27) dan I Made Tole Yuliarta (29) yang sama-sama asal Banjar Tojan Tegal, Desa Pering. 

Dalam pengungkapan kasus tewasnya Agus, jumlah saksi yang diperiksa 21 orang. Selain saksi, polisi juga memeriksa sejumlah CCTV.

Baca juga: Wilayah Pecatu Jadi Sasaran Pertama Vaksin PMK, Disperpa Target 1.375 Dosis di Januari 2025

Baca juga: Sampah Menggunung di TOSS Centre Klungkung, Petugas Kewalahan Kelola Sampah

Kolase foto: 3 pelaku yang menghabisi nyawa I Made Agus Aditya di Jalan Raya Tojan, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali saat rilis pers di Mapolres Gianyar, Kamis 23 Januari 2025.
Kolase foto: 3 pelaku yang menghabisi nyawa I Made Agus Aditya di Jalan Raya Tojan, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali saat rilis pers di Mapolres Gianyar, Kamis 23 Januari 2025. (Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta)

Polisi menegaskan antara pelaku dan korban tidak saling kenal. Pemicu utama kasus ini adalah pengaruh alkohol.

Adapun pelaku Sudarsana ini, awalnya hendak membuat tato pada adik salah satu pelaku di Tojan. Namun batal, lalu diajak minum minuman keras oleh pelaku lainnya.

AKBP Umar menjelaskan, pelaku dan korban ini bertemu di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang diawali dengan serempetan sepeda motor. Lalu terjadi cekcok mulut.

“Diawali serempetan antara korban dan tersangka. Tersangka membawa 2 motor Scoopy. Korban membawa PCX. Terjadi laka di Tojan. Lalu cekcok antarmereka,” ujarnya.

Dijelaskan berdasarkan penelusuran kepolisian, 6 jam sebelum kejadian tersebut, korban dan tersangka sama-sama mengonsumsi minuman keras di tempat berbeda.

“Korban minum bersama-temannya di depan toko retail. Setelah di sana, korban kembali minum di tempat lain, di Kafe E dan Kafe J. Sampai akhirnya pukul 03.15 Wita korban meninggalkan lokasi terakhir,” kata dia.

“Begitu pula para tersangka, yang minum-minuman dari pukul 20.00 sampai 23.00 Wita di kawasan Tojan. Setelah salah satu temannya mabuk berat, 3 tersangka antar temannya pulang ke daerah Pering.

Usai dari Pering mengarah ke Tojan dan bertemu korban. Saat itulah serempetan sepeda motor terjadi. Lalu cekcok dan terjadi perkelahian tidak imbang,” ujar AKBP Umar.

Terkait pelaku mengeluarkan gunting, kata Kapolres, dikarenakan para tersangka sempat kalah berkelahi. Sebab korban memiliki kemampuan bela diri. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved