Berita Karangasem
Lumba-Lumba Ditemukan Mati di Karangasem, Akan Dikubur di Pantai Bugbug
Seekor lumba-lumba ditemukan mati di pesisir Pantai Candidasa, Karangasem, Bali, Kamis (14/2/2025) sore.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Lumba-Lumba Ditemukan Mati di Karangasem, Akan Dikubur di Pantai Bugbug
TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Seekor lumba-lumba ditemukan mati di pesisir Pantai Candidasa, Karangasem, Bali, Kamis (13/2/2025) sore.
Mamalia laut yang tergolong satwa dilindungi tersebut, diduga mati karena imbas cuaca buruk yang terjadi di wilayah pesisir Karangasem dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.
Baca juga: Lumba-lumba Ditemukan Mati Dalam Kondisinya Memprihatinkan di Jembrana
Bangkai lumba-lumba dengan panjang sekitar 2,5 meter itu, pertama kali ditemukan oleh wistaawan yang beraktivitas di Pantai Candidasa.
Lalu hal ini disampaikan ke nelayan setempat.
Baca juga: Lumba-lumba Ditemukan Mati Dengan Kondisi Membusuk di Pantai Cupel Jembrana Bali
"Warga setempat sempat menarik lumba-lumba yang sudah dalam keadaan mati itu ke darat, agar tidak kembali terbawa arus ke lautan," ujar Kasatpolairud Polres Karangasem, AKP I Gusti Suastawan, Jumat (14/2/2025).
Penembuan bangkai lumba-lumba lalu disampaikan kepada aparat. Karena lumba-lumba merupakan satwa dilindungi, dilakukan koordinasi antara Kasatpolairud, dengan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Karangasem, serta pihal KKP (Kawasan Konsservasi Perairan) Nusa Penida.
Baca juga: Dispar Buleleng Petakan 4 Titik Masuk Wisata Lumba-lumba
Setelah dilakukan pengecekan, diduga lumba-lumba itu mati karena dampak cuaca buruk di perairan Karangasem dalam beberapa hari belakangan.
Gelombang tinggi yang dipicu angin kencang, diduga membuat lumba-lumba tersebut terpisah dengan koloninya.
Lalu terbawa gelombang ke pesisir pantai yang dangkal, sehingga membuatnya mati.
Baca juga: Viral Konten Youtuber Jerman Soroti Dugaan Eksploitasi Lumba-lumba di Bali, Polda Bali Bergerak
Hal ini diperkuat dengan tidak ditemukannya luka-luka bekas serangan predator di tubuh lumba-lumba.
"Setelah koordinasi, kami putuskan untuk mengubur lumba-lumba tersebut," ungkap AKP I Gusti Suastawan.
Dari hasil koordinasi dengan pihak desa setempat, diminta mengubur lumba-lumba itu di Pantai Bugbug.
Aparat bersama masyrakat setempat lalu bergotong-rotong mengangkut bangkai lumba-lumba dari Pantai Candidasa ke Pantai Bugbug, lalu bersama-sama menguburnya dengan baik. (*)
Berita lainnya di Lumba-Lumba
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.