Berita Bali
ATRAKSI Pesawat Terbang hingga Flyboarding, Kasal Buka MNEK 2025 di Pelabuhan Benoa
Dalam MNEK 2025 ini diikuti sebanyak 37 negara dengan 19 kapal perang asing dan 7 KRI. Dihadiri pula 9 Kasal negara di dunia, Panglima Pasifik Amerika
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Multilateral Navy Exercise Komodo (5th MNEK) 2025 yang digelar ke 5 kalinya resmi dibuka Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali di Pelabuhan Benoa, Denpasar, pada Minggu (16/2).
Dalam opening ceremony event 2 tahunan ini ditampilkan berbagai pertunjukan dan atraksi. Di antaranya marching band dari TNI AL, flyboarding dari prajurit TNI AL, Sea Rider hingga atraksi pesawat terbang yang memukau hadirin. 5th MNEK kali ini bertema “Maritime Partnership For Peace and Stability”. Tampak Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono.
Kasal, partisipan negara dan rombongan kemudian menaiki Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dr Radjiman Wedyodiningrat untuk memberikan penghormatan dan meninjau kapal-kapal perang asing yang lego jangkar di perairan Bali. Latihan ini lebih menitik beratkan kepada penanggulangan bencana alam dan bantuan kemanusiaan atau Humanitarian Asisstance/Disaster Relief (HA/DR).
Baca juga: POLSEK Gianyar Buru Penggali Pendeman di Pura Desa Temesi
Baca juga: CUACA BURUK! Angin Kencang 49 Knot, 4 Kali Pelabuhan Gilimanuk Terdampak, Pengguna Harap Maklum
Serta ancaman bersama aspek maritim atau yang bersifat nonwar-fighting, yang merupakan aktualisasi tugas pokok TNI AL di bidang Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Dalam MNEK 2025 ini diikuti sebanyak 37 negara dengan 19 kapal perang asing dan 7 KRI. Dihadiri pula 9 Kasal negara di dunia, Panglima Pasifik Amerika Serikat.
Kasal Laksamana TNI Dr Muhammad Ali menjelaskan selain latihan bersama penanganan bencana alam, kegiatan MNEK ini bertujuan menurunkan tensi ketegangan di berbagai negara.
“Kegiatan ini digelar setiap 2 tahun sekali untuk menghadapi bencana alam membantu negara yang kesulitan menghadapi masalah bencana alam maupun masalah kemanusiaan lainnya melalui gugus tugas,” kata Kasal saat ditemui di sela-sela kegiatan.
“Di samping itu juga menurunkan tensi ketegangan di berbagai negara, seperti di Laut Cina Selatan, Laut Merah,” tambahnya.
MNEK 2025 memiliki berbagai rangkaian kegiatan, termasuk International Fleet Review (IFR) dan International Maritime Security Symposium (IMSS) untuk bersama-sama membahas penanganan kegiatan ilegal di laut.
Puluhan negara partisipan mengikuti International Maritime Security Symposium (IMSS) 6th pada 17 Februari 2025 yang merupakan event simposium terbesar yang digelar TNI AL. Kegiatan ini menyediakan forum untuk partisipan dan delegasi untuk berdiskusi seputar isu maritim regional dan global terkini di berbagai aspek dan perspektif.
MNEK juga menggelar program pelestarian lingkungan dan pencegahan abrasi pantai berupa penanaman pohon mangrove di Kawasan Taman Hutan Raya I Gusti Ngurah Rai, pelepasan Tukik Penyu ke alam liar di Pantai Peninsula, Nusa Dua, Kabupaten Badung.
Selain juga bersih-bersih pantai di Pantai Mertasari, Denpasar. Juga, Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL juga akan dilibatkan untuk meramaikan City Parade yang disaksikan masyarakat Bali dan puluhan negara partisipan 5th MNEK 2025.
Pelaksanaan 5th MNEK 2025, merupakan wujud implementasi dari Undang-undang (UU) No. 34 Tahun 2024 pasal 9, tentang tugas pokok TNI AL yang salah satunya yaitu melaksanakan tugas diplomasi Angkatan Laut, dalam rangka mendukung kebijakan politik luar negeri.
Hal ini selaras dengan instruksi pemerintah dalam meningkatkan peran diplomasi bangsa Indonesia untuk mewujudkan stabilitas keamanan di kawasan.
Mendorong kemandirian bangsa melalui ekonomi kreatif dimana kegiatan ini diselenggarakan di Bali yang notabenenya merupakan destinasi wisata sehingga mampu meningkatkan perekonomian rakyat di sektor pariwisata.
| Tim SAR Berjibaku Dengan Cuaca Ektrem, Korban Terseret Ombak di Pantai Klibun Nusa Penida Ditemukan |
|
|---|
| Jalur Rantai Pasok Penyelundupan Pakaian Bekas Ilegal, dari Korsel, Malaysia hingga Bali |
|
|---|
| ADA Izin Edar dari Pemerintah Pusat, Tokoh Bali Sebut AMDK di Bawah 1 Liter Tidak Bisa Dilarang! |
|
|---|
| Negara Produsen Vaksin Bertemu di Bali, Kepala BPOM Sebut Ketersediaan Vaksin Jadi Tantangan Serius |
|
|---|
| Percepat Pelaksanaan, Pemprov Bali Bentuk Satgas Makanan Bergizi Gratis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Suasana-Opening-Ceremony-5th-MNEK-2025.jpg)