Cuaca Ekstrem di Bali

CUACA BURUK! Angin Kencang 49 Knot, 4 Kali Pelabuhan Gilimanuk Terdampak, Pengguna Harap Maklum

Menurut data yang berhasil diperoleh, penutupan sementara Pelabuhan Gilimanuk terakhir dilakukan Sabtu (15/2) sore kemarin.

Istimewa
CUACA BURUK – Momen saat cuaca buruk terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana belum lama ini. Hal ini membuat aktivitas penyeberangan di lintas Ketapang-Gilimanuk terdampak dan terpaksa ditutup sementara. 

TRIBUN-BALI.COM - Selama dua pekan belakangan ini, Pelabuhan Gilimanuk terdampak cuaca buruk. Hujan disertai angin kencang terpaksa membuat lintas Ketapang-Gilimanuk ini tertunda aktivitasnya. Terhitung sudah empat kali aktivitas penyeberangan terpaksa ditunda. Bahkan, kecepatan angin sempat dikisaran 45-49 knot. 

Menurut data yang berhasil diperoleh, penutupan sementara Pelabuhan Gilimanuk terakhir dilakukan Sabtu (15/2) sore kemarin. Angin kencang dengan kecepatan 30-34 knot membuat aktivitas penyeberangan ditunda sementara sejak pukul 17.50 hingga 18.25 Wita. Ketika dibuka, kecepatan angin sudah normal yakni berkisar 10-14 knot. 

Baca juga: KEMATIAN Pande Gede Putra, Polisi Akan Rekonstruksi Pembunuhan Ini, Widwan: Terang Peran Tersangka!

Baca juga: KOSTER Rencana Wajibkan Aksara Bali pada Nama Produk UMKM dalam Pergub, Ini Identitas Penting Bali!

ILUSTRASI - Selama dua pekan belakangan ini, Pelabuhan Gilimanuk terdampak cuaca buruk. Hujan disertai angin kencang terpaksa membuat lintas Ketapang-Gilimanuk ini tertunda aktivitasnya. Terhitung sudah empat kali aktivitas penyeberangan terpaksa ditunda. Bahkan, kecepatan angin sempat dikisaran 45-49 knot. 
ILUSTRASI - Selama dua pekan belakangan ini, Pelabuhan Gilimanuk terdampak cuaca buruk. Hujan disertai angin kencang terpaksa membuat lintas Ketapang-Gilimanuk ini tertunda aktivitasnya. Terhitung sudah empat kali aktivitas penyeberangan terpaksa ditunda. Bahkan, kecepatan angin sempat dikisaran 45-49 knot.  (freepik)

"Selama ini sudah empat kali (penundaan sementara). Itu karena cuaca buruk angin kencang dengan kecepatan diatas normal," kata Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Pelabuhan Gilimanuk, I Made Ria Fran Dharma Yudha saat dikonfirmasi, Minggu (15/2). 

Dia melanjutkan, bahkan pekan lalu cuaca buruk hujan deras disertai angin kencang dengan kecepatan dikisaran 45-49 knot. Untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, pihaknya melakukan penundaan pelayaran.

"Kami mohon pengguna jasa bisa memaklumi kondisi ini. Karena penundaan tersebut untuk keselamatan semua pihak," ujarnya. 

Di tengah kondisi tak menentu saat ini, pihaknya selalu intens melakukan komunikasi dengan BMKG untuk memantau situasi terkini. Ketika terjadi cuaca buruk, pihaknya segera melakukan penundaan. 

"Apabila ada indikasi berdampak ke penyeberangan Ketapang-Gilimanuk maka kita akan selalu berkoordinasi dengan stakeholder terkait yang bertugas di pelabuhan. Setelah itu kita actionnya mengambil langkah antisipasi ke setiap operator pelayaran," tandasnya. (mpa)

Perahu Nelayan Terbalik

Sementara itu, imbas cuaca buruk pada Sabtu, (15/2) sebuah perahu nelayan 
dilaporkan terbalik setelah dihantam ombak dan angin kencang. Beruntung, nelayan tersebut berhasil diselamatkan berikut dengan perahunya. 

Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa perahu terbalik tersebut menimpa seorang nelayan asal Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana kemarin malam saat mencari ikan. Awalnya ia berangkat pada sore hari saat cuaca cerah, namun ketika malam cuaca buruk terjadi.

Gelombang tinggi dan angin kencang yang terjadi menghantam perahu berbahan fiber dengan mesin tempel milik nelayan yang diketahui bernama Sahidin. Lokasinya disebutkan terjadi di perairan selatan Jembrana wilayah Pengambengan, Kecamatan Negara.

Beruntung, tak lama dari kejadian tersebut nelayan serta perahunya bisa diselamatkan oleh nelayan lainnya. Sahidin serta perahu kemudian ditarik ke pelabuhan perikanan di Pengambengan. Korban lantas dievakuasi dan sudah pulang ke rumahnya.

"Nggih (nelayan) warga kami mengalami musibah kemarin," kata Perbekel Banyubiru, I Komang Yuhartono saat dikonfirmasi, Minggu (16/2). (mpa)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved