Nyepi 2025

7 Sulinggih Bakal Muput Tawur Agung Kesanga Sebelum Nyepi 2025, Direncanakan di Puspem Badung

Mantan Camat Petang tersebut menyebutkan antara sekala (administratif) dan niskala (spiritual) menyatu di Puspem Badung.

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
BERI KETERANGAN - Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha saat ditemui Tribun Bali baru-baru ini. 

TRIBUN-BALI.COM - Pelaksanaan Tawur Agung Kesanga tingkat kabupaten serangkaian menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1947 akan kembali digelar di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung. Tawur kesanga yang akan berlangsung pada 28 Maret 2025 mendatang akan dipuput sebanyak tujuh sulinggih.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha mengakui jika pemilihan lokasi Puspem Badung sebagai lokasi Tawur Agung Kesanga tingkat kabupaten ini memang belum final. Sebab pihaknya juga harus meminta arahan dari kepala daerah yang baru dilantik.

"Tawur Kesanga tahun 2025 ini kami rencanakan kembali di Puspem Badung. Namun kami juga nanti akan memohon arahan lagi dari Bupati yang baru setelah mengikuti retreat kepala daerah. Memang belum secara detail, tapi perencanaan-perencanaan sudah ada. Tinggal dirampungkan saja terkait koordinasi dan sinkronisasinya," ujar Sudarwitha, Kamis (20/2).

Baca juga: BAU Tak Sedap! Warga Keluhkan Sampah di Sejumlah Titik,Program Pilah Sampah di Gianyar Belum Efektif

Baca juga: GELEDAH Kantor Pengembang Rumah Subsidi, Penyidik Sita 5 Kontainer Dokumen, Diduga Ada Korupsi

Diakui perencanaan-perencanaan sejatinya sudah dilakukan bersama komponen terkait seperti PHDI, Majelis Desa Adat, termasuk organisasi Sekaa Teruna dan Yowana. Pemilihan Puspem Badung sebagai lokasi Tawur Agung Kesanga tingkat kabupaten karena lokasi ini dinilai sebagai catus pata utama. 

"Puspem Badung dianggap sebagai central dari Kabupaten Badung secara administratif, termasuk juga dari sisi spiritualnya. Tawur Agung Kesanga di Puspem Badung sudah dilaksanakan berturut-turut sejak tahun 2023. Sebelumnya, pada tahun 2022 dipusatkan di Catus Pata Desa Adat Carangsari Kecamatan Petang, dan tahun 2021 di Desa Adat Kerobokan Kecamatan Kuta Utara. 

"Puspem Badung ini kan sebagai catus pata utama, karena konsep dan desain dari wilayah Kabupaten Badung secara administratif itu ibukotanya di Mangupura," jelasnya.

Mantan Camat Petang tersebut menyebutkan antara sekala (administratif) dan niskala (spiritual) menyatu di Puspem Badung. Lebih lanjut Sudarwitha menjelaskan, upacara Tawur Agung Kesanga di Puspem Badung nantinya akan dipuput oleh beberapa sulinggih yang mewakili seluruh komponen masyarakat yang ada di Gumi Keris. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha menyebutkan, pelaksanaan dimulai pukul 09.00 Wita, dan dilanjutkan di tingkat kecamatan, desa, hingga banjar dan perumahan pada sore harinya.

"Ada tujuh sulinggih nanti yang akan muput. Sekitar pukul 10.00 Wita para sulinggih sudah mepuja, sehingga kami perkirakan pukul 12.00 Wita sudah selesai di tingkat kabupaten. Tirta tawur dan tirta duur kita pukul 13.00 Wita sudah tersebar di seluruh Badung, dilanjutkan upacara tawur di tingkat kecamatan dan desa, hingga banjar dan perumahan pada saat sandikala," imbuhnya. (gus)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Medium

Large

Larger

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved