Gebrakan Pemimpin Bali

KOSTER : Nama Nyoman & Ketut Harus Tetap Ada di Bali, Jangan Sampai Punah! Simak Penjelasannya

Pidato Gubernur Bali, Wayan Koster, yaitu menjelaskan terkait visi dan misi dari kebijakan pembangunan Bali dari periode 2025 hingga 2030.

Istimewa
PIDATO - Gubernur Bali, Wayan Koster saat pidato pertama setelah dilantik, Selasa 4 Maret 2025. Ia menyoroti terkait praktik prostitusi hingga pembelian aset yang menggunakan nama warga lokal. 

Sarbagita juga ditandai dengan jumlah hotel sebanyak 2.750 atau sekitar 71 persen sedangkan di luar Sarbagita hanya 29 persen.

 

Jumlah restoran juga di Sarbagita sebanyak 3.136 atau sekitar 69 persen lebih banyak di banding luar Sarbagita yang hanya sekitar 31 persen. 

Untuk pendapatan asli daerah Sarbagita sebesar Rp9,5 trilliun lebih banyak dari luar Sarbagita yang hanya 1,5 trilliun. Produk Domestik Regional Bruto wilayah Sarbagita ada di angka 67 persen, sedangkan di luar Sarbagita hanya 33 persen.

Pertumbuhan ekonomi Kota/Kabupaten se-Bali di Sarbagita 6,40 persen hampir dua kali lipat dari di luar Sarbagita yang hanya 3,72 persen. 

Jumlah wisatawan mancanegara ke Bali sebanyak 6,4 juta orang, yang mengalami kenaikan yang cukup tinggi dari jumlah wisman 2019 sebelum Covid-19 yang hanya 6,25 juta orang.

Jumlah kontribusi wisman Bali terhadap total wisman ke Indonesia Sampai November 2024 sebesar 46 persen.
Kontribusi Pariwisata Bali sampai November 2024 di angka 44 persen.

Sedangkan jumlah wisatawan Domestik 9,6 juta orang, mengalami penurunan di banding pada tahun 2019 sebelum covid-19 di angka 10,5 juta orang.

Pariwisata berkontribusi sangat tinggi pada pertumbuhan perekonomian Bali sebesar 66 persen. Selain memberi manfaat positif bagi kesejahteraan, dan kebahagiaan kehidupan masyarakat Bali, pembangunan Bali juga menimbulkan permasalahan terhadap alam, manusia, dan kebudayaan Bali.

Alih fungsi lahan sawah terus meningkat, sampah semakin banyak kerusakan ekosistem lingkungan, ancaman ketersediaan air bersih, dan juga kemacetan semakin tinggi serta terjadinya kesenjangan ekonomi di wilayah Sarbagita dan luar Sarbagita.

Kapasitas infrastuktur dan transportasi publik jauh dari memadai, kesempatan berusaha masyarakat lokal Bali semakin berkurang, praktek pembelian aset dengan memakai nama masyarakat Bali semakin tinggi, kasus narkoba, prostitusi, dan juga keamanan semakin meningkat, dan munculnya komunitas orang asing yang eksklusif.

Penodaan tempat-tempat suci semakin meningkat, serta rusaknya pakem dan keorisinilan budaya Bali. Visi Pembangunan Bali dirumuskan dari amanah leluhur Bali, yang memberikan warisan berupa wejangan tentang tata cara hidup/laku hidup masyarakat Bali yang menyatu dengan alam.

Perlunya menjaga kelestarian lingkungan hidup untuk menjaga keberlangsungan kehidupan yang bersumber dari filosofi sangat mendalam, yaitu bahwa manusia adalah alam itu sendiri, manusia harus seirama dengan alam, hidup harus menghormati alam.

Sad Kerthi adalah penyucian dan pemuliaan enam sumber kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan manusia, terdiri atas: Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, Jagat Kerthi.

Tujuan dari pembangunan Bali 5 tahun ke depan yaitu dengan mewujudkan Bali yang Kawista, Bali yang Kang Tata-Titi Tentram Kertha Raharja, dan juga Bali yang Gemah Ripah Loh Jinawi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved