Berita Klungkung

Rakortas Konflik Banjar Sental Kangin Bali, Bupati Klungkung Satria: Semua Saudara Saya

Made Satria menjelaskan, Banjar Adat Sental Kangin yang menjadi lokasi berkonflik merupakan kampung halamannya. 

istimewa
Forkopinda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Klungkung, menggelar rapat koordinasi terbatas untuk membahas konflik di Banjar Sental Kangin, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Senin (31/3/2025). Rakortas Konflik Banjar Sental Kangin Bali, Bupati Klungkung Satria: Semua Saudara Saya 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA – Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Klungkung, menggelar rapat koordinasi terbatas untuk membahas konflik di Banjar Sental Kangin, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Bali, Senin 31 Maret 2025.

Hal ini menyusul kisruh yang terjadi, Minggu 30 Maret 2025, antara warga yang terkena saksi adat kasepekang dengan warga di Banjar Adat Sental Kangin.

Kejadian ini membuat 7 KK warga yang terkena sanksi adat kasepekang, harus dievakuasi menyeberang lautan ke SKB Banjarangkan

Dalam rapat tersebut, Bupati Klungkung, I Made Satria, berfokus pada penyelesaian konflik jangka panjang. Agar masalah yang terjadi tidak berlarut-larut.

Baca juga: KONFLIK Perbekel Sudaji dengan Krama Dadia Berakhir Damai, Ngurah Fajar Meminta Maaf ke Krama

"Mereka semua (pihak berkonflik) adalah saudara saya, milik saya semua. Baik pihak adat maupun warga yang bersangkutan (terkena saksi adat), semua warga negara dan harus diayomi. Terlepas siapa salah atau benar, kewajiban saya mengayomi mereka semua untuk antisipasi hal-hal tidak diinginkan," ungkap Made Satria, Senin 31 Maret 2025.

Made Satria juga menjelaskan, Banjar Adat Sental Kangin yang menjadi lokasi berkonflik merupakan kampung halamannya. 

Ia dibesarkan di wilayah tersebut. Sehingga ia juga memberikan perhatian khusus terhadap konflik di tanah kelahirannya itu.

"Sental Kangin merupakan kampung saya sendiri, tempat saya dibesarkan. Saya pantau setiap menit, saya tidak tidur semalaman karena kejadian ini. Saya komunikasi terus dengan Kesbangpol, bagaimana mengkondisikan agar semua (evakuasi) berjalan lancar," jelasnya.

Ia pun kembali menegaskan, tidak membela siapapun dalam konflik tersebut dan berusaha mengayomi semua pihak. Hanya ingin semua menjadi kondusif, tidak sampai anarkis atau sampai ada perusakan.

"Saya minta perbekel, kelihan, ataupun tokoh masyarakat di sana (Sental Kangin) menjaga kondusifitas agar tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan. Saya minta juga mereka untuk evakuasi ke SKB,"  jelas dia.

Menurut Made Satria, sebaiknya warga yang dievakuasi harus tetap berada di SKB dalam beberapa hari ke depan. Sembari disiapkan solusi jangka panjang untuk penyelesaian konflik.

"Kami putuskan dan tegaskan 22 warga yang sudah di SKB tetap di sana, dan yang sakit katanya sudah mulai pulih, ajak ke RSUD Klungkung untuk penanganan lebih dekat dan saya bisa bicara lebih dekat dengan masyarakat untuk mempercepat penyelesaian masalah ini," kata Made Satria

Made Satria mengaku akan melakukan pendekatan kekeluargaan dalam menyelesaikan konflik ini.

"Saya akan bicara dari hati ke hati, dengan warga yang berkonflik, apa yang mereka inginkan. Siapa tau bisa kasi solusi terbaik untuk akhiri konflik ini. Untuk ke depan solusi jangka panjang saran dari Majelis Desa Adat (MDA) Klungkung yang menyarankan untuk pindah ke desa adat lain, juga harus dipertimbangkan dengan diawali rapat adat khususnya di Desa Ped," jelasnya.

Ketua MDA Klungkung, Dewa Made Tirta menyatakan, upaya penyelesaian sudah dilakukan sejak 9 Desember 2023 oleh MDA Nusa Penida

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved