Berita Buleleng
TERPAKSA Putus Sekolah, Ratusan Siswa SMP di Buleleng Alami Disleksia, Sutjidra Segera Cari Solusi
Menanggapi ihwal dugaan disleksia pada ratusan pelajar, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mengaku akan melakukan pendataan terlebih dahulu.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Dunia pendidikan di Kabupaten Buleleng tengah menghadapi tantangan serius. Sebab berdasarkan data Dewan Pendidikan Buleleng, ada ratusan siswa SMP mengalami gangguan belajar (disleksia) dan adapula yang terpaksa putus sekolah (dropout).
Menanggapi ihwal dugaan disleksia pada ratusan pelajar, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mengaku akan melakukan pendataan terlebih dahulu. Sehingga jumlah anak yang mengalami disleksia bisa dipastikan, termasuk lokasi hingga penyebab.
Menurut Sutjidra, penyebab utama disleksia bukan dikarenakan kurikulum Merdeka. Ia menilai kurikulum tersebut justru memberi kebebasan kepada setiap siswa untuk memilih cara belajar yang sesuai dengan kemampuannya.
"Saat ini kita masih mereka-reka (penyebabnya). Apakah mereka itu tidak mampu, tidak tahu, atau tidak mau untuk belajar," ucapnya, Rabu (9/4).
Baca juga: 2 Pengungsi Enggan Pindah Sekolah, Kasus Kasepekang 8 KK di Banjar Sental Kangin Nusa Penida
Baca juga: 2 Residivis Narkoba Dijuk Polisi, 6 Pengedar Narkotika dengan BB 13 Gram Sabu
Sutjidra menegaskan pihaknya sudah membahas masalah disleksia maupun dropout ini, bahkan sebelum dilantik. Dua hal ini juga menjadi salah satu upaya dalam program 100 hari kerja, yakni memberikan bantuan perlengkapan sekolah. Seperti seragam, sepatu, dan tas secara gratis.
"Pemberian perlengkapan sekolah ini tujuannya agar anak-anak lebih percaya diri untuk kembali bersekolah. Sehingga mampu meningkatkan motivasinya untuk belajar," ucapnya.
Pihaknya juga akan lebih mengintensifkan upaya sosialisasi, agar masyarakat mau terlibat dalam pendidikan anak. Sebab menurutnya disleksia maupun dropout ini bukan kegagalan Dinas Pendidikan, melainkan persoalan yang harus ditangani bersama.
Selain itu, pihaknya akan membuka program pendidikan jarak jauh dan pendidikan kesetaraan di setiap kecamatan. Langkah ini diambil untuk memberikan kesempatan pendidikan setara bagi siswa tingkat SMP, SMA, dan SMK yang sempat terhenti pendidikannya
"Dengan program kesetaraan ini, kami berharap tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam mendapatkan hak atas pendidikan," tandasnya. (mer)
400 Siswa Dileksia
Sebelumnya, Dewan Pendidikan Buleleng mencatat ada sebanyak 400-an siswa di satuan pendidikan SMP diduga mengalami disleksia, atau gangguan belajar yang membuat siswa kesulitan membaca, mengeja dan berhitung.
Tak hanya itu, Dewan Pendidikan juga mencatat ada 180-an siswa di seluruh Buleleng yang putus sekolah. Data ini khusus di jenjang SMP. (mer)
Seorang Pegawai Minimarket Meninggal Usai Tabrak Truk di Buleleng Bali, Alami Cedera Kepala Berat |
![]() |
---|
SALING LAPOR Antara Perbekel Selat dan Ni Wayan Wisnawati di Buleleng Berakhir Damai |
![]() |
---|
Raih Medali Emas, Tiga Atlet Woodball Harumkan Nama Buleleng Bali di Kancah Internasional |
![]() |
---|
Tabrak Lari di Buleleng Bali, Deva dan Wahyu Diturunkan di Pinggir Jalan, Korban Dirawat Instensif |
![]() |
---|
Perbekel Selat dan Warganya Sepakat Damai di Bali, Cabut Laporan Dugaan Penganiayaan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.