Berita Bali
Karangasem hingga Tabanan Akan Dibangun Klinik Desa, Koster Sebut Tak Banyak Bebani APBD
Gubernur Bali, Wayan Koster mengungkapkan tingkat kesehatan masyarakat di Bali cukup unggul.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Karangasem hingga Tabanan Akan Dibangun Klinik Desa, Koster Sebut Tak Banyak Bebani APBD
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster mengungkapkan tingkat kesehatan masyarakat di Bali cukup unggul.
Namun masih kurang unggul dibandingkan daerah lain.
Hal tersebut disampaikan Koster saat membuka secara resmi pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2025, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa (15/4/2025).
Baca juga: Kurang Progresif, Koster Sentil Kadistan Bali: Hati-Hati Kita Bisa Kesulitan Pangan
“Jadi karena itu kita harus naik kelas terus, jangan kita menghibur diri membandingkan dengan yang pencapaiannya tidak bagus."
"Menurut saya Bali ini brandmark-nya standarnya tinggi karena di atas rata-rata nasional semua, hanya Indeks Pembangunan Manusia (IPM)-nya yang nomor 3 kalah sama Yogyakarta dan DKI Jakarta. Kalau DKI Jakarta susah kita kejar, kalau Yogyakarta harusnya kita bisa mengejar,” jelasnya.
Ia pun meminta pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Bapeda, Dinas Pendidikan, Dinas kesehatan Provinsi Bali pada tahun 2026, nilai IPM Bali sudah naik ke peringkat kedua.
Baca juga: MENTERI Hanif Dukung Gerakan Bali Bersih Sampah yang Digagas Gubernur Koster!
Ia pun berencana untuk membuat klinik desa untuk lebih mendekatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Saya mendorong program klinik desa untuk mendekatkan pelayanan masyarakat di bidang pelayanan kesehatan di desa-desa. Kemarin sudah kita diskusikan ternyata program itu tidak membebani banyak APBD,” sambungnya.
Lebih lanjutnya Koster mengatakan nantinya akan ada skema yang diterapkan dari BPJS di klinik desa tersebut.
Program ini akan didorong terutama di Kabupaten Karangasem, Buleleng, Jembrana, Bangli, Klungkung, dan Tabanan.
Baca juga: KOSTER Dipuji Menteri LBH, Serius Launching Gerakan Bali Bersih Sampah, Bisa Jadi Contoh Daerah Lain
“Kalau Denpasar tidak perlu, karena rumah sakitnya kumpul di sini, semua bagus-bagus. Badung selatan cukup dan Badung Utara butuh sedikit. Gianyar tidak butuh banyak karena cukup bagus layanan di sana, kecuali di (Kecamatan) Payangan dan Tegalalang,” bebernya.
Nantinya pada klinik desa tersebut akan ada dokter umum, dokter gigi, bidan, perawat dan pekerja bagian administrasi dengan minimum 5 orang di satu klinik.
“Program ini akan kita laksanakan secara berskala mulai tahun 2026 sharing pembiayaan APBD Bali dan Kabupaten,” kata dia.
Koster juga menyampaikan pembangunan Bali dalam 5 tahun ke depan akan dijalankan dengan konsep satu pulau, satu pola dan satu tata kelola.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.