Galungan dan Kuningan
Jelang Galungan, GUPBI Bali Sebut Stok Daging Babi Aman, Harga Nangka di Gianyar Tembus Rp 50 Ribu
Hari Suyasa mengatakan harga babi saat ini cenderung fluktuatif sejak 4 bulan lalu.
Sementara itu, 28 warga kasepekang asal Banjar Sental Kangin, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung hingga Minggu 20 April 2025 masih bertahan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali.
Mereka hampir dipastikan, akan merayakan Hari Raya Galungan di pengungsian.
Padahal beberapa orang dari mereka, sangat ingin kembali ke kampung halaman untuk merayakan hari kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (kejahatan).
Sepeti yang diungkapkan seorang pengungsi, Ketut Paing. Sebenarnya ia sangat ingin pulang ke Nusa Penida untuk merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan di kampung halaman.
“Kami sudah mulai ke pasar menyiapkan sarana upacara untuk Galungan, sudah mejejaitan. Kalau belum bisa pulang (Nusa Penida), nanti merayakan Galungan di sini (pengungsian),” ungkapnya, Minggu 20 April 2025.
Sementara Bupati Klungkung I Made Satria mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan Forkopinda, termasuk Majelis Desa Adat (MDA).
Disetujui saat Hari Raya Galungan nanti, warga asal Banjar Adat Sental Kangin yang mengungsi di SKB Banjarangkan, untuk melaksanakan persembahyangan Galungan di Pura Kentel Gumi.
Pura ini berlokasi hanya sekitar 50 meter dari lokasi para warga mengungsi.
“Karena ini hari raya besar juga, pada saat penampahan nanti untuk mebat juga disiapkan Pemkab,” ungkap Made Satria.
Ia mengatakan, hal ini sudah atas persetujuan para warga yang ada dipengungsian.
Mengingat ada ketentuan dari Pemkab Klungkung, jika mereka hendak merayakan Galungan di kampung halaman di Banjar Sental Kangin harus didampingi pihak pengamanan.
“Hal ini karena kami tidak ingin terjadi hal-hal tidak diinginkan,” ungkapnya.
Meskipun demikian, Pemkab Klungkung dan Forkopinda masih melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan konflik tersebut.
Beberapa opsi telah disiapkan, agar 28 warga yang terdiri dari 7 kepala keluarga (KK) itu dapat kembali bermasyarakat di Banjar Sental Kangin.
“Ke depan solusi damai tentu tetap diutamakan. Kami telah bentuk tim untuk lakukan pendekatan ke tokoh masyarakat. Agar kedamaian ini juga dapat dipahami dan komitmen dari kedua belah pihak,” ujar Made Satria. (mit)
Kumpulan Artikel Bali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.