Berita Klungkung

PUNCAK Padudusan Alit di Pura Goa Lawah, Wisatawan Tidak Boleh Masuk ke Utama Mandala Pura

PUNCAK Padudusan Alit di Pura Goa Lawah, Wisatawan Tidak Boleh Masuk ke Utama Mandala Pura

istimewa
Pemedek bersembahyang di Pura Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. dok 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Puncak upacara padudusan alit atau piodalan di Pura Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan Klungkung, dilaksanakan pada Anggara Kasih Medangsia, Selasa (13/5/2025).

Meskipun dilaksanakan upacara, aktivitas pariwisata di Pura Goa Lawah tetap dibuka. Namun wisatawan tidak diperkenankan masuk sampai ke utama mandala pura.

Persiapan pedudusan alit di Pura Goa Lawah sudah belangsung sejak Senin (5/5/2025), dimulai dengan ritual nyujukang taring, ngunggahan sunari, dan ngawitin nyuci.

Baca juga: 36 Personel Kepolisian Lakukan Pengamanan di Vihara Buddha Guna Saat Hari Raya Waisak

"Padudusan alit akan berlangsung selama 4 hari, dan nyineb (hari terakhir piodalan) akan berlangsung pada Jumat (16/5/2025)," ujar Panitia Pura Goa Lawah, I Putu Juliadi, Senin (12/5/2025).

Selama padudusan alit ini, Pura Goa Lawah yang merupakan salah satu destinasi unggulan di Klungkung tetap dibuka untuk aktivitas wisata. 

Hanya saja wisatawan tidak diperkanan masuk sampai ke utama mandala Pura.  

Baca juga: 36 Personel Kepolisian Lakukan Pengamanan di Vihara Buddha Guna Saat Hari Raya Waisak

Wisatawan hanya diperbolehkan menyaksikan proses upacara dari jaba pura, sehingga tidak sampai menganggu pemedek yang melakukan persembahyangan.


"Seperti piodalan sebelumnya, wisatawan hanya dipersilakan masuk sampai jaba Pura,” jelas Juliadi.


Secara historis, Pura Goa Lawah merupakan salah satu Pura Sad Khayangan yang didirikan Mpu Kuturan pada abab ke sebelas. Pura yang terletak di Pantai Goa Lawah ini terletak diarah Tenggara Pulau Bali, dan dipercaya sebagai stana stana Dewa Maheswara dan Sanghyang Naga Basuki.


Selain itu Pura Goa Lawah juga disebutkan juga menjadi tempat Ida Padanda Sakti Wawu Rauh atau Dangyang Nirata untuk melakukan tirta yatra pada abab ke XVI. 


Hal ini terbukti dengan ditemukannya Padmasana di Pura Goa Lawah. Pura Goa Lawah juga sebagai tempat upacara Nyegara Gunung karena kebetulan letaknya di tepi pantai, dan dekat dengan perbukitan. (Mit)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved