Berita Klungkung

RS Gema Santi Nusa Penida Direncanakan Naik Tipe C, Kendala Masih Kekurangan Dokter Spesialis

Menyikapi pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata di wilayah Nusa Penida, Pemerintah Kabupaten Klungkung menaruh perhatian besar

Istimewa
RS Gema Santi di Nusa Penida. 

RS Gema Santi Nusa Penida Direncanakan Naik Tipe C, Kendala Masih Kekurangan Dokter Spesialis

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Menyikapi pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata di wilayah Nusa Penida, Pemerintah Kabupaten Klungkung menaruh perhatian besar terhadap peningkatan mutu layanan kesehatan.

Bupati Klungkung I Made Satria, menargetkan RS Gema Santi naik status dari tipe D menjadi tipe C dalam lima tahun ke depan.

Namun masih ada beberapa kendala, yakni RS Gema Santi yang selama ini masih kekurangan dokter spesialis. 

Baca juga: Aksi Speeding di Kawasan PKB Jadi Tantangan Polres Klungkung, Polisi Dipantau Gunakan Drone

Rencana ini disampaikan langsung oleh Bupati Satria saat melakukan kunjungan kerja ke RS Gema Santi, Sabtu (11/5/2024), didampingi Kepala Dinas Kesehatan Drg. IGA Ratna Dwijawati, Camat Nusa Penida I Kadek Kusuma Yoga, serta Direktur RS Gema Santi dr. I Ketut Rai Sutapa dan jajaran.

“Peningkatan kualitas layanan RS Gema Santi menjadi salah satu prioritas kami, sejalan dengan visi misi pembangunan daerah,” ujar Bupati Made Satria.

Baca juga: Konvoi Kelulusan Sekolah di Klungkung Diwarnai Aksi Kebut-kebutan, Polisi Sita 19 Sepeda Motor

Untuk mencapai target tersebut, Made Satria mengungkapkan perlunya pembenahan menyeluruh, baik dari sisi infrastruktur maupun ketersediaan tenaga medis. 

Kekurangan dokter spesialis menjadi tantangan tersendiri, namun Bupati Satria berencana menawarkan insentif menarik guna menarik minat dokter bertugas di pulau tersebut. 

Ia juga membuka kemungkinan kerja sama dengan pihak swasta dalam pengembangan fasilitas rumah sakit.

Baca juga: Polres Klungkung Bali Kerahkan Kekuatan Penuh, Tindak Aksi Kebut-kebutan di Kawasan PKB

Sementara Direktur RS Gema Santi Nusa Penida, dr. I Ketut Rai Sutapa mengatakan, saat ini ada 4 dokter spesialis tetap berstatus ASN di rumah sakit yang ia pimpin.

Yakni dokter spesialis obgyn, radiologi, interna, dan saraf.

"Sisanya kami masih mengandalkan tenaga tidak tetap. Seperti dari PGDS (Program Pendayagunaan Dokter Spesialis) untuk spesialis Obgyn, Radiolohmgi, dan Patologi Klinik. Lalu Spesialis anastesi dari residen mandiri," ungkapnya. (*)

 

Berita lainnya di Rumah Sakit Gema Santi

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved