Seputar Bali
Lepas Tangan? Ketua GRIB Jaya Bali Akui tak Kenal Anggota GRIB Tabanan: Tidak Tau, dan Tidak Ada
Ketua GRIB Jaya Bali, Joseph Nahak mengaku tak mengenal dan tak tahu soal yang mengaku sebagai kelompok GRIB Jaya cabang Tabanan.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Ketua GRIB Jaya Bali, Joseph Nahak mengaku tak mengenal dan tak tahu soal yang mengaku sebagai kelompok GRIB Jaya cabang Tabanan.
Joseph Nahak mengaku tidak kenal dan bahkan tidak tahu dengan anggota GRIB Jaya Tabanan yang saat ini sudah dibubarkan tersebut.
Ia juga tak memberi tanggapan atau respon soal penolakan tegas dari Gubernur Bali, Wayan Koster terkait kehadiran ormas GRIB di Bali.
“Izin belum ada tanggapan nanti rekan-rekan dikabarin ya,” tutupnya.
Baca juga: PASCA Ditemukan Rumah Kos Banyak Dihuni WNA, Bupati: Aparat Desa Data Ulang Rumah Sarana Akomodasi
Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bali tidak akan menerbitkan surat keterangan terdaftar (SKT) untuk organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Bali memiliki kewenangan untuk menolak keberadaan ormas yang dianggap dapat mengganggu ketertiban dan keamanan di masyarakat.
"(Jika GRIB Jaya mendaftar di Kesbangpol), Tidak akan diterima, pemerintah daerah berhak menolak,”
“Sesuai kebutuhan dan pertimbangan di daerah," kata dia dalam konferensi pers di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Senin (12/5/2025).
Sebelumnya, anggota yang mengaku sebagai bagian dari GRIB Jaya Tabanan resmi dibubarkan.
Baca juga: Media & Blogger Bali Uji Ketangguhan Yamaha Gear Ultima 125 Hybrid Tempuh Jalur Denpasar-Jatiluwih
Pembubaran itu didampingi oleh pecalang Adat Desa Sanggulan. Hal itu terungkap setelah perwakilan dari GRIB Jaya DPC Tabanan bersama pecalang mengeluarkan pernyataan secara terbuka yang tersebar di media sosial.
"DPC GRIB Jaya Tabanan saat ini lockdown sampai kapanpun, terima kasih," ujar perwakilan GRIB Jaya DPC Tabanan dalam video yang beredar.
Di sisi lain, Gubernur Bali, I wayan Koster dengan tegas menjelaskan bahwa Bali tidak memerlukan bantuan dari ormas-ormas luar yang datang dengan agendanya masing-masing.
Koster tak akan kompromi dengan premanisme dan mengharapkan untuk setiap warga untuk melaporkan jika ada tindakan premanisme dari ormas.
Gubernur asal Sembiran ini menyerukan agar warga aktif melaporkan kepada aparat keamanan jika menemukan praktik-praktik premanisme, pungli, intimidasi, dan kekerasan yang meresahkan.

Baca juga: SELAMAT JALAN Ketut Teko, Tewas Kecelakaan Mengenaskan di Jalur Denpasar - Gilimanuk
Kepada aparat keamanan TNI, Polri, Kejaksaan, pecalang dan instansi keamanan lainnya, Koster meminta agar bersinergi memberantas tindakan premanisme di Bali.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.