Berita Karangasem
Selesaikan Konflik Melalui Bale Kertha Adhyaksa, Kini Hadir di Kabupaten Karangasem
I Ketut Sumedana menegaskan, pendekatan kekeluargaan seharusnya lebih diprioritaskan dalam meredam potensi konflik sosial.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Kejaksaan Tinggi Bali meluncurkan program Bale Kertha Adhyaksa di Kabupaten Karangasem sebagai upaya memperkuat penyelesaian persoalan adat dan tindak pidana ringan melalui jalur musyawarah desa.
Inisiatif ini diharapkan dapat mencegah permasalahan kecil berkembang menjadi konflik besar yang membebani masyarakat dan aparat hukum.
Dalam peresmian yang digelar di Mal Pelayanan Publik (MPP) Karangasem, Senin (26/5) dihadiri Kepala Kejati Bali, I Ketut Sumedana, Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, serta tokoh-tokoh adat setempat.
I Ketut Sumedana menegaskan, pendekatan kekeluargaan seharusnya lebih diprioritaskan dalam meredam potensi konflik sosial.
Baca juga: SPMB 2025, Kuota 10.048 Siswa, 66 SD Negeri di Denpasar Siap Menggelar SPMB, Pendaftaran Tiga Jalur
Baca juga: BANGUN Pasar Seni Senilai Rp 4,9 Miliar, Pariwisata Berkembang, Desa Bongkasa Pertiwi Berbenah
“Perselisihan yang bersumber dari adat seyogianya diselesaikan secara internal, melalui mekanisme yang sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal. Dengan pola ini, kita cegah konflik agar tidak menjadi konsumsi publik yang luas,” ujar Sumedana.
Ia menyebutkan, musyawarah di tingkat desa bukan hanya cocok untuk menyelesaikan konflik adat, tetapi juga untuk kasus ringan seperti pencurian kecil, pertengkaran rumah tangga, dan perselisihan warga.
Langkah konkret pun telah dirancang, mulai dari pelatihan hingga pembangunan pola pikir bagi Perbekel dan Bendesa Adat agar memahami pentingnya penyelesaian berbasis komunitas.
Sejauh ini, 78 desa/kelurahan dan 190 desa adat di Karangasem telah memiliki Bale Kertha Adhyaksa. Hanya tersisa dua wilayah di Bali yang belum meresmikan fasilitas serupa, dan Kejati Bali berkomitmen menuntaskannya dalam waktu dekat.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, kehadiran Bale Kertha Adhyaksa akan memperkuat implementasi Peraturan Gubernur terkait desa adat, serta mengurangi beban masyarakat dalam menyelesaikan sengketa.
"Ketika persoalan bisa diselesaikan di desa, maka rakyat tidak perlu repot-repot ke pengadilan. Ini mempercepat penanganan dan memperkuat budaya lokal,” ujar Koster.
Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, turut menyampaikan apresiasinya. Ia berharap keberadaan Bale Kertha Adhyaksa bisa menjadi solusi konkret untuk menjaga harmoni di tingkat akar rumput.
“Kami mendukung penuh, semoga Bale Kertha Adhyaksa dapat berjalan optimal di Karangasem,” ucapnya. (mit)
Mutasi di Pemkab Karangasem, Ipar Bupati Tak Masuk Hitungan, Berikut Daftar Pejabat yang Dilantik |
![]() |
---|
AKSI BRUTAL Putu Agus di Antiga Karangasem, Dianiaya Hingga Babak Belur, Korban Terus Ucap Maaf |
![]() |
---|
Mutasi Besar-besaran di Pemkab Karangasem, Adik Ipar Bupati Tak Dilantik |
![]() |
---|
MUTASI Akbar Era Bupati Gus Par, 151 Pejabat Karangasem Rotasi, Adik Ipar Bupati Tak Dilantik |
![]() |
---|
Tidak Terima Ditatap, Remaja di Karangasem Aniaya Anak Dibawah Umur |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.