Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gebrakan Pemimpin Bali

BERANI Selingkuh Langsung Diberhentikan! Koster Warning PPPK dan PNS di Pemprov Bali

Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta berani melapor jika mengetahui adanya tindakan asusila yang dilakukan pejabat atau atasan.

ISTIMEWA
SOSOK - Gubernur Bali, Wayan Koster. Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta berani melapor jika mengetahui adanya tindakan asusila yang dilakukan pejabat atau atasan. 

Dalam arahannya, Koster menekankan pentingnya seluruh kepala dinas, badan, dan biro di Pemprov Bali untuk menentukan target kinerja yang jelas dan terukur.

“Para kepala dinas, kepala badan, kepala biro, semua sampai ke jajarannya itu harus menentukan target semua, semua pencapaian program sesuai dengan perangkat daerah masing-masing,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, Pemprov Bali juga akan melaksanakan pelantikan pejabat struktural eselon III dan IV, setelah sebelumnya menuntaskan penataan pejabat eselon II.

“Sambil nanti juga dikerjakannya dalam waktu dekat kita akan melantik pejabat eselon 3 dan eselon 4. Eselon 2-nya sudah rapi semua. Ya, saya sudah berupaya yang terbaik untuk eselon 2-nya. Mencarikan orang yang tepat di posisinya. Semua diambil dari dalam. Enggak ada dari luar, karena saya paham kariernya itu,” katanya.

Ia menekankan, sistem promosi jabatan harus didasarkan pada penilaian objektif, termasuk rekam jejak dan prestasi kerja.

“Begitu juga para pegawainya semua, yang PNS apalagi. Supaya bisa jadi Kasi (Kepala Seksi), jadi Kabid, Kabag, jadi kepala biro, kepala badan, kepala dinas, dengan merit system. Enggak ada lagi dekat sama ini, dekat sama itu, dimusuhin sama ini, enggak ada. Ya, dekat semua, baik semua, dipakai. Ukurannya adalah rapor,” tegasnya.

Koster menambahkan latar belakangnya sebagai pendidik menjadikan ia memahami pentingnya sistem yang adil dan berbasis kinerja. “Saya ini guru. Guru, guru tulen, ya. Dosen. Ini biar tahu semua ini, ya. Saya ini dosen kalkulus,” ujarnya disambut tawa dan tepuk tangan ASN yang hadir. 

Kemudian, Koster mengajak seluruh ASN untuk menjaga etika dan membangun birokrasi yang profesional. “Mari kita bangun birokrasi pemerintahan Provinsi Bali ini dengan baik, dengan bersih, dengan spirit yang tinggi dan kinerja yang bagus. Astungkara,” kata dia.

Sementara itu, menanggapi pernyataan Gubernur Bali, Wayan Koster terkait dugaan kasus perselingkuhan antarASN di Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Sekretaris Daerah (Sekda) Bali, Dewa Made Indra ketika ditemui di RSUD Bali Mandara mengatakan itu kasus tersebut merupakan contoh yang tidak perlu dicari. 

“Ya itu khan satu contoh saja. Seperti saya pernah ada pegawai nakal di sini. Saya tidak tahu (siapa ASN yang berselingkuh) itu khan contoh tapi jangan dicari, beliau (Gubernur Koster) sudah menegaskan jangan ada yang begitu,” jelas Dewa Indra. 

14 Tahun Mengabdi 

Di sisi lain, seorang PPPK yang dilantik kemarin Bernama Oly mengatakan senang dan bersyukur karena akhirnya diangkat dan mendapatkan SK. Oly merupakan tamatan Sarjana Pendidikan yang telah mengabdi selama 14 Tahun.

“(Mengabdi) 14 tahun dari tamat SMA tahun 2010. Sebelumnya sudah pernah coba sekali di penyuluh. Cuma lolos passing grade saja,” jelas Oly saat ditemui di Art Center Denpasar. 

Oly menceritakan awalnya ia bekerja sebagai pegawai dengan status honor komite di SMAN 1 Bebandem Kabupaten Karangasem.

Kemudian setelah bergabung ke Provinsi diubah menjadi dana bos sebab dana bos yang membiayai. “Saya pegawai di TU. Kita ke provinsi khan? Tapi tempat kerjanya itu di Karangasem. Administrasinya ke Dinas Pendidikan Provinsi Bali,” ujarnya. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved