Berita Gianyar
Viral Pecalang - Prajuru Cor Jalan di Seputaran Lungsiakan dan Ubud, Netizen Sebut Pemkab Tak Rungu
Viral unggahan di media sosial, terkait pecalang Banjar Bangkiang Sidem dan Banjar Sebali, di Desa Keliki, Kecamatan Ubud, Gianyar
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Viral Pecalang dan Prajuru Cor Jalan di Seputaran Lungsiakan dan Ubud, Netizen Sebut Pemkab Tak Rungu
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Viral unggahan di media sosial, terkait pecalang Banjar Bangkiang Sidem dan Banjar Sebali, di Desa Keliki, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali bersama prajuru adat melakukan pengecoran di sebagian jalan berlubang seputaran jalan menuju Payogan, Lungsiakan dan Ubud.
Pengecoran menggunakan campuran semen tersebut dilakukan pada Minggu 1 Juni 2025.
Sontak postingan yang tersebar di media sosial (medsos) memancing reaksi netizen.
Baca juga: Ruas Jalan Udayana Buleleng Bali Akan Dipasangi PJU Tenaga Surya, Anggaran Rp 1,2 Miliar
Banyak dari mereka yang menuding hal tersebut terjadi karena lambannya kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar melakukan perbaikan.
Bahkan pemerintah, terutama kepala daerah disebut menutup mata dan telinga terhadap hal tersebut.
Bupati Gianyar, I Made Mahayastra saat dikonfirmasi, Selasa 3 Juni 2025 menjelaskan bahwa sebelum prajuru adat melakukan penambalan secara swadaya, mereka terlebih dahulu berkoordinasi pada dirinya.
Baca juga: 11 Produsen Air Minum Kemasan Temui Koster, Jalan Tengah Polemik Larangan Kemasan Dibawah 1 Liter?
Dalam pertemuan Mahayastra dengan prajuru setempat, dirinya menyampaikan bahwa jalan tersebut akan diperbaiki tahun ini.
Namun perbaikannya membutuhkan proses tender.
Selain itu, juga harus menunggu produksi aspal.
Dijelaskan bahwa perusahaan yang memproduksi aspal relatif terbatas di Bali.
Biasanya produsen aspal baru akan memproduksi aspal setelah proses tender selesai.
Karena prosesnya masih butuh waktu, dan kebetulan saat itu ada masyarakat yang memiliki stok semen dan material untuk penambalan, sehingga merekapun meminta izin terlebih dahulu pada Mahayastra agar lubang-lubang yang ada saat ini, sementara waktu bisa ditutup menggunakan campuran semen.
"Prajuru-nya di sana teman-teman Tyang, orang-orang Tyang. Kemarin waktu mau dilakukan penambalan, sudah koordinasi terlebih dahulu dengan Tyang. Karena bersifat urgent, sehingga saya mengizinkan untuk ditambal dulu pakai semen. Nanti setelah tender selesai dan stok aspal ada, nanti jalan tersebut akan diaspal. Semua jalan berlubang di Gianyar akan kita tambal, namun butuh proses," ujar Mahayastra.
Kepala Inspektorat Pemkab Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama mengatakan bahwa perbaikan jalan diprediksi dilakukan secara serentak pada Agustus 2025.
Pria yang karib disapa Ngurah Bem ini menegaskan, Pemkab Gianyar akan menambal semua jalan berlubang di Kabupaten Gianyar.
Namun untuk jalan yang mendapat perbaikan secara total akan dilakukan di 18 titik, tersebar di semua kecamatan di Gianyar dengan anggaran bervariasi, dari Rp2 miliar sampai Rp12 miliar.
Titik yang mengalami perbaikan dimulai dari Kecamatan Gianyar meliputi Jalan Raya Bakbakan sampai Desa Petak dengan anggaran sebesar Rp5 miliar.
Sementara di kawasan Kecamatan Ubud terdata di Jalan Raya Kengetan sampai Dangin Labak. Perbaikan jalan di sana akan memakan anggaran sebesar Rp 3,5 miliar.
Titik ketiga perbaikan akan dilakukan lintas kecamatan, yakni dari Jalan Raya Wanayu, Kecamatan Blahbatuh sampai ke Kecamatan Tampaksiring tepatnya di Jalan Raya Kelusu sampai ke Pejeng dan Pesalakan.
Total anggaran yang disiapkan sebanyak Rp4 miliar.
Pemkab Gianyar juga akan melakukan perbaikan pada Jalan Raya Laplapan (Ubud) sampai ke Belusung (Tampaksiring).
Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp5 miliar. Perbaiki juga akan dilakukan di Jalan Raya Belong sampai ke Batas Bangli dengan total anggaran Rp5 miliar.
Lalu di Kecamatan Tegalalang, perbaikan akan dilakukan di Jalan Raya Telepud sampai ke Pakudui dan Tegalalang dengan anggaran Rp2 miliar.
Perbaikan juga akan dilakukan di Jalan Raya Payangan tembus ke Pausan dengan anggaran Rp4,7 miliar.
Di Kecamatan Gianyar, perbaikan akan dilakukan di Jalan Raya Dauh Uma sampai ke Suwat dan Penyembahan.
Anggaran yang disiapkan sebesar Rp5,5 miliar.
Pemkab Gianyar juga akan memperbaiki jalan rusak di kawasan Desa Kerta sampai ke Buhu dan Puakan.
Kawasan yang berada di Kecamatan Payangan ini mendapatkan anggaran Rp3 Miliar.
Di kawasan pariwisata Ubud, perbaikan akan dilakukan dari Ubud sampai ke Taman dan Junjungan dengan anggaran Rp10 Miliar.
Perbaikan lainnya juga akan dilakukan di Jalan Raya Penginyahan sampai Bukian dengan anggaran Rp5,6 Miliar.
Lalu di Kecamatan Sukawati, perbaikan dilakukan di Jalan Raya Tegaltamu sampai ke Singapadu dengan anggaran Rp4,5 Miliar.
Kembali ke Kecamatan Gianyar, perbaikan juga akan dilakukan pada Jalan Mulung sampai ke Sumita dan Padpadan dengan anggaran Rp6 Miliar.
Pemerintah juga akan melakukan perbaikan pada jembatan Dapdapan sampai Pesalakan dengan anggaran Rp11,9 Miliar.
Kembali ke Kecamatan Tegalalang, perbaikan akan dilakukan di Jalan Kedisan sampai ke Bayad dengan anggaran Rp4 Miliar.
Kembali ke Kecamatan Ubud, perbaikan dilakukan pada Jalan Raya Petulu sampai ke Junjungan dan Penusuan dengan anggaran Rp10 Miliar.
Masih di Ubud, Pemkab Gianyar juga akan melakukan perbaikan pada Jalan Raya Ubud sampai ke Sambahan dan Junjungan dengan anggaran Rp12 Miliar dan terakhir adalah di kawasan DPT Buahan sampai ke Susut.
Jalan yang berada di Kecamatan Payangan ini akan mendapatkan anggaran perbaikan sebesar Rp3 Miliar. (*)
Berita lainnya di Perbaikan Jalan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.