Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Kabel Semrawut Di Titik Nol Kota Singaraja Akan Diturunkan, Kembali ke Buleleng Bali Tempo Dulu

penataan kabel di titik nol untuk memberi kesan sebagai kota yang bersih, ramah, hijau, terbuka dan enak dipandang. 

Tayang:
Istimewa
DESAIN - Contoh desain penataan titik nol Kota Singaraja dengan pintu masuk yang berpindah dari sisi selatan. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kabel semrawut di titik nol Kota Singaraja akan ditata menjadi kabel tanam atau bawah tanah. Sesuai rencana, penataan ini akan dimulai pada tahun 2026. 

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng, Putu Adiptha Eka Putra. 

Dikatakan dia, Pemerintah Kabupaten Buleleng berencana melakukan penataan wajah Kota Singaraja

Di mana pada tahap awal, penataan menyasar kawasan titik nol Kota Singaraja. 

Baca juga: DPRD Bali Panggil PLN UID Bali Bahas Blackout dan Mandiri Energi

Salah satu penataan yakni menurunkan kabel semrawut di kawasan tersebut. 

Seluruh jenis kabel mulai dari kabel PLN, kabel Telkom, maupun kabel Wifi akan diturunkan menjadi kabel tanam. 

"Semua kabel-kabel kita turunkan. Jadi tidak ada lagi kabel semrawut di atas," katanya, Selasa 3 Juni 2025. 

Adiptha mengatakan, penataan kabel di titik nol untuk memberi kesan sebagai kota yang bersih, ramah, hijau, terbuka dan enak dipandang. 

Walau demikian ia menegaskan penataan kabel semrawut ke depan akan dikembangkan ke titik lainnya secara bertahap. 

Tak hanya merapikan kabel, penataan kawasan titik nol kota Singaraja juga menyasar ruang terbuka hijau (RTH) di rumah jabatan (RJ) Bupati hingga gedung wanita Laksmi Graha. 

Untuk RTH di RJ Bupati, Adiptha menjelaskan, kawasan tersebut akan diperluas menjadi palemahan kangin. 

Sehingga bisa dimanfaatkan untuk aktifitas masyarakat. 

"Misalnya untuk diskusi hingga untuk swafoto. Intinya perluasan ini tujuannya untuk menguatkan akses publik di sana," jelas dia. 

Di sisi barat pun ada palemahan kauh. Gedung Laksmi Graha akan direstorasi dengan arsitektur khusus, dengan nuansa ramah bagi seluruh kalangan masyarakat.

Selain itu pintu masuk ke kantor bupati akan dikembalikan dari sisi selatan, atau dari sisi belakang tugu Singa Ambara Raja. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved