Berita Badung

PERBEKEL Baturiti Siap Hadapi Proses Hukum! Kini DPC Gerindra Badung Juga Melaporkan ke Polres!

Pihaknya mengaku langkah yang dilakukan partai berlambangkan Burung Garuda itu sah-sah saja sebagai warga negara.

ISTIMEWA
DPC Partai Gerindra saat melaporkan Perbekel Desa Baturiti, Kecamatan Kerambitan, I Made Suryana ke Polres Badung pada Jumat 13 Juni 2025 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Perbekel Desa Baturiti, Kecamatan Kerambitan, I Made Suryana, buka suara terkait dirinya dilaporkan Partai Gerindra ke Polres secara serentak di Bali.

Pihaknya mengaku langkah yang dilakukan partai berlambangkan Burung Garuda itu sah-sah saja sebagai warga negara.

“Waduhh…silakan saja, itu hak-hak mereka melaporkan, gitu saja sih,” ujarnya saat dikonfirmasi Jumat 13 Juni 2025 malam.

Pihaknya mengaku siap tidak siap, dirinya pasti siap jika nantinya aparat kepolisian melakukan pemanggilan terhadap dirinya. Mengingat sudah ada laporan kepada aparat kepolisian kepada dirinya.

“Bagaimana tidak siap? siap tidak siap kan harus siap, namanya sudah dilaporkan,” ucapnya. Disinggung mengenai dirinya dilaporkan ke semua Polres di Bali, Suryana mengaku akan memenuhi panggilan di mana dia dipanggil nanti.

Baca juga: Gerindra Bali Laporkan Perbekel Baturiti Terkait Dugaan Ujaran Kebencian, Ini Kata Rambo

Baca juga: LAPOR Perbekel Baturiti, Diduga Ujaran Kebencian, Gerindra Karangasem Resmi Tempuh Jalur Hukum!

LAPORAN - Pelaporan terhadap Perbekel Baturiti, I Made Suryana terkait dugaan ujaran kebencian oleh DPD Partai Gerindra Bali ke Polda Bali.
LAPORAN - Pelaporan terhadap Perbekel Baturiti, I Made Suryana terkait dugaan ujaran kebencian oleh DPD Partai Gerindra Bali ke Polda Bali. (ISTIMEWA)

“Kalau memang ada panggilan dari kepolisian, saya siap untuk hadir. Bagaimana bilang tidak siap jika sudah dipanggil,” sambungnya lagi.

Sebelum dilaporkan, Suryana mengaku juga sudah sempat meminta maaf akan ucapannya yang viral di media sosial. Hanya saja kata perbekel yang sudah menjabat tiga periode itu, permintaan maaf dilakukan di media sosial.

“Kalau untuk permintaan maaf, saya kan sudah menyampaikan, apa lagi? itu saya sampaikan di media sosial. Coba cari-cari saja di media sosial,” tegasnya.

Ditanya kembali, apa ada rencana melakukan permintaan maaf ke kantor Partai Gerindra? Suryana mengaku belum memikirkan hal itu.

Termasuk terkait kasus yang menimpa dirinya, Suryana juga mengaku belum memikirkan bagaimana proses hukum, hingga mencari kuasa hukum.

“Untuk tim kuasa hukum, ampura belum terpikirkan sampai ke sana. Saya sekarang fokus ngayah dulu,” imbuhnya.

Sebelumnya, voice note Perbekel Desa Baturiti, Kecamatan Kerambitan, I Made Suryana tersebar luas di media sosial.

Bahkan Ketua DPD Gerindra Bali, Made Mulyawan Arya  (De Gadjah) mengunggah rekaman suara itu di akun media sosialnya.

Dalam rekaman yang beredar, terdengar pernyataan kontroversial yang dilontarkan Made Suryana di hadapan warga, terkait penolakannya menandatangani proposal pengajuan bantuan jika ada label Partai Gerindra.

Dalam postingan itu, De Gadjah menyampaikan kekecewaannya melalui unggahan di akun Instagram miliknya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved