Penusukan di Buleleng

BUNTUT Duel Berdarah di Eks Pelabuhan Buleleng, Polisi Periksa 3 Saksi, Korban Telah Laporkan!

Menurut polisi, perkelahian yang terjadi pada Selasa (24/6) itu terjadi karena spontanitas, mengingat antara korban dan pelaku tidak saling kenal. 

Tribun Bali/ Muhammad Fredey Mercury
BERI KETERANGAN - Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Gede Juli. Ia menjelaskan mengenai peristiwa perkelahian berdarah yang terjadi di eks Pelabuhan Buleleng. Rabu (25/6). 

TRIBUN-BALI.COM - Kasus penusukan berdarah yang terjadi di eks Pelabuhan Buleleng saat ini masih dalam penyelidikan.

Menurut polisi, perkelahian yang terjadi pada Selasa (24/6) itu terjadi karena spontanitas, mengingat antara korban dan pelaku tidak saling kenal. 

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Gede Juli mengungkapkan, pasca dilaporkan melalui Unit Reaksi Cepat (URC) 110, Tim Sigap Polsek Singaraja segera mendatangi lokasi kejadian. Korban yang mengalami luka pada kaki segera dilarikan ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan perawatan medis. 

"Tindakan kita yang pertama adalah membantu korban. Membawa ke rumah sakit agar segera mendapat penanganan, sekaligus visum untuk menunjang penyelidikan," katanya ditemui Rabu (25/6). 

Baca juga: CUACA Buruk Ganggu Penyebrangan Selat Bali, Pelabuhan Tutup 2 Jam Lebih, Antrian Kendaraan Mengular!

Baca juga: Kabar Jembrana: Formasi Teknis dan Nakes Sudah Diumumkan, Calon PPPK Tahap I Dilantik Pekan Depan

Pada proses penyelidikan ini, setidaknya sudah ada tiga saksi yang telah dimintai keterangan. Di antaranya korban bernama I Gede F Sandy Putra (21), serta dua pengunjung yang berada di eks Pelabuhan Buleleng dan sempat melerai perkelahian. Diakui pula korban juga sudah melapor secara resmi atas peristiwa yang dia alami.  

Kompol Juli menjelaskan, dugaan awal perkelahian ini akibat kesalahpahaman. Sebab antara korban dan pelaku ini tidak saling kenal. 

Dari keterangan korban, lanjutnya, saat itu ia hendak membeli variasi sepeda motor. Setibanya di perempatan Jalan Diponegoro, ia berpapasan dengan pelaku. 

"Diduga saat di perempatan jalan, keduanya hampir tabrakan. Mungkin karena ada saling pandang hingga terjadi cekcok, mereka kemudian ke pelabuhan untuk berkelahi," ujarnya. 

Selain meminta keterangan saksi-saksi, polisi juga sudah memeriksa kamera CCTV termasuk video yang beredar di media sosial. Tujuannya untuk mengidentifikasi pelaku serta memperjelas berapa orang yang terlibat perkelahian. 

"Identitas pelaku masih kami selidiki. Memang ada beberapa yang kita curigai, namun mengenai identitasnya, akan kami sampaikan nanti setelah bukti-bukti hasil penyelidikan lengkap," tandasnya. (mer)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved