PMI Meninggal Dunia
Belasan PMI Meninggal di Luar Negeri, Periode 2024 - Mei 2025, Pemkab Jembrana Ingatkan Hal Ini
Kemudian dua di antaranya mengalami kecelakaan saat bekerja. Yakni alami kecelakaan dari mobil dan satu orang lainnya karena tertimpa loader.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Belasan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jembrana meninggal dunia di luar negeri dua tahun belakangan ini. Jumlah tersebut tercatat mulai awal 2024 hingga Mei 2025 kemarin. Mereka meninggal dunia karena sakit hingga kecelakaan kerja.
Berkaca dari catatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali mengingatkan dan menegaskan bahwa calon PMI yang hendak bekerja ke luar negeri agar mengikuti prosedur. Bekerja di luar negeri dengan status unprosedural atau mandiri bakal sangat berisiko.
Menurut data yang berhasil diperoleh, dari 11 orang PMI yang meninggal dunia, 9 orang di antaranya meninggal karena sakit yang dideritanya.
Kemudian dua di antaranya mengalami kecelakaan saat bekerja. Yakni alami kecelakaan dari mobil dan satu orang lainnya karena tertimpa loader.
Baca juga: TRAGEDI Aryana dan Surya Alami Luka-luka, Mobil Putar Haluan Sebabkan Laka Beruntun di Melaya
Baca juga: KORUPSI Ratusan Miliar LPD Sangeh Hanya Diganti Rp30,5 Juta, Minta Jaksa Sita Aset Agus Aryadi
"Awal 2024 hingga Mei 2025 kemarin tercatat sudah ada 11 orang PMI kita, pahlawan devisa kita yang meninggal dunia di luar negeri," jelas Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan Produktivitas, dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, I Putu Agus Arimbawa saat dikonfirmasi, Rabu (2/7).
Dia menyebutkan, mereka yang meninggal dunia didominasi karena menderita sakit. Mulai dari serangan jantung, kanker, komplikasi dan lainnya. Sementara dua lainnya mengalami kecelakaan saat bekerja.
"Dari data tersebut, mereka dominan bekerja di Jepang. Kemudian ada Polandia, ke Kapal Pesiar dan lainnya juga," sebutnya.
Menurutnya, karena sebelumnya banyak kasus yang menimpa pada PMI Jembrana yang berstatus mandiri, Agus mengingatkan kepada Calon Pekerja Migran Indonesia yang hendak bekerja ke luar negeri agar mengikuti prosedur yang ada.
Sebab, berangkat ke luar negeri dengan status mandiri atau unprosedural bakal sangat berisiko ketika terjadi hal yang tak diinginkan. (mpa)
Terus Intensifkan Sosialisasi
Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan Produktivitas, dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, I Putu Agus Arimbawa juga mengakui, bakal terus mengintensifkan sosialisasi pemberangkatan kerja ke luar negeri ke setiap banjar/desa, terutama dari kantong kantong PMI yang ada di Jembrana.
"Sesuai catatan kami, ketika PMI bekerja dengan status mandiri atau unprosedural biasanya terkendala. Namun kami ingin mengingatkan dan memastikan agar PMI kita asal Jembrana ini bisa berangkat secara prosedural. Ini untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan terjadi di luar sana," tegasnya. (mpa)
| PMI Asal Jembrana Bali Meninggal Di Rusia, Sempat Mengeluh Lelah Karena Banyaknya Pelanggan |
|
|---|
| Kronologi PMI Asal Bali yang Meninggal di Jepang dan Turki, Jasad Kadek Agus Ditemukan Tergantung |
|
|---|
| 2 PMI Meninggal di Jepang dan Turki, Jasad Winarta Ditemukan di Gudang, Jenazah Dewantari di Pantai! |
|
|---|
| PMI di Korsel Meninggal Akibat Kecelakaan Kerja, Pemerintah Bawa Pulang Jenazah dan Beri Santunan |
|
|---|
| TEWAS Belasan PMI Jembrana di Luar, Periode Awal 2024 - Mei 2025, Pemerintah Ingatkan Legalisasi! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ewbnjhrtnjmtmytmky7u6l.jpg)