Berita Jembrana
RACUN Mati Sepasang Kerbau Makepung? Curiga Sebab Temukan Botol Racun di Kandang, Rugi Ratusan Juta!
Sebab sepasang kerbau pakepungan, atau untuk tradisi Makepung ditemukan mati, diduga karena diracun oleh warga tak dikenal.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Warga Banjar Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, dilanda keresahan.
Sebab sepasang kerbau pakepungan, atau untuk tradisi Makepung ditemukan mati, diduga karena diracun oleh warga tak dikenal.
Saat ini, pihak Polsek Mendoyo sedang melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus tersebut. Menurut informasi yang diperoleh, Peristiwa tersebut terjadi pada pekan lalu atau Jumat 27 Juni 2025 malam.
Sepasang kerbau usia dewasa tersebut ditemukan mati mendadak di kandangnya. Bermula dari pemilik kerbau yang awalnya sempat memberikan makan dan perawatan terhadap sepasang kerbau tersebut.
Setelah itu atau sekitar pukul 19.30 WITA saat itu, korban pulang ke rumahnya karena jaraknya dengan kandang sekitar 1 Km.
Baca juga: MALING Seekor Ular untuk Dijual, Demi Bisa Beli Ular Lain, Pemuda 26 Tahun Dibekuk Polresta Denpasar
Baca juga: PAMERAN Video Syur Lapor ke Polres Buleleng, Sebut Ponselnya Telah Dijual dan Videonya Sudah Lama!

Tak disangka, dua jam setelah itu, korban justru memeroleh informasi yang tak diduga dari tetangganya. Bahwa, sepasang kerbau miliknya disebutkan mengalami kejang-kejang hingga mengeluarkan busa dari mulutnya.
Hingga akhirnya, 45 menit setelah itu, dua ekor kerbau yang biasa digunakan untuk melestarikan tradisi budaya Makepung justru mati. Sebelumnya, sepasang kerbau itu sudah ditawar senilai Rp180 Juta oleh orang lain.
Apalagi saat itu kerbau tersebut sudah dipersiapkan untuk event Kapolda Makepung Cup yang telah dilaksanakan Minggu 29 Juni 2025 kemarin.
Atas kejadian tersebut, korban telah melaporkan peristiwa dugaan kerbau diracuni tersebut ke Mapolsek Mendoyo. Diharapkan pihak kepolisian bisa mengungkap peristiwa tersebut dan menjawab keresahan warga saat ini.
"Iya (sudah ada pengaduan/laporan)," ungkap Kapolsek Mendoyo, Kompol I Dewa Gede Artana saat dikonfirmasi, Rabu 2 Juli 2025.
Dia melanjutkan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa dugaan sepasang kerbau milik warga Tegalcangkring yang mati diduga karena diracun seseorang.
"Masih kita dalami," tandasnya. (*)
BENDERA Peringatan Rawan Berenang Dipasang di Teluk Gilimanuk, Imbauan Keselamatan Beraktivitas |
![]() |
---|
KEPALA Nengah Terbentur Keras di Jalur Tengkorak Jembrana, Aspal Penuh Bercak Merah |
![]() |
---|
Lima Rumah Warga Jembrana Diterjang Gelombang Tinggi, Dua KK Mengungsi |
![]() |
---|
50 Orang Jadi Korban, Sayu Putu Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Rp 1,5 Miliar Lebih |
![]() |
---|
Antrian Mengular hingga Masjid Gilimanuk, Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Ditutup Hampir 2 Jam |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.