SPMB 2025

SPMB di Klungkung, SD 4 Batukandik Hanya Dapat 1 Siswa Baru

Beberapa sekolah di Klungkung mendapat siswa sangat minim, saat SPMB (Seleksi Penerimaan Murid Baru)

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
DISDIKPORA - Plt Kabid Dikdas Disdikpora Klungkung, I Wayan Sarjana. 

SPMB di Klungkung, SD 4 Batukandik Hanya Dapat 1 Siswa Baru

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Beberapa sekolah di Klungkung mendapat siswa sangat minim, saat SPMB (Seleksi Penerimaan Murid Baru) tahun ini.

Bahkan SD N 4 Batukandik di Nusa Penida, hanya mendapatkan seorang siswa. 

Plt Kabid Dikdas Disdikpora Klungkung, I Wayan Sarjana mengatakan, SPMB jenjang TK, SD, dan SMP di Klungkung sudah dalam tahap pendaftaran ulang.

Baca juga: Sekolah di Klungkung Terancam Tidak Dapat Dana Bos dan Ijazah, Terima Siswa Titipan

Pihaknya memastikan seluruh siswa tertampung di sekolah negeri.

Bahkan banyak sekolah, yang justru mendapatkan siswa lebih sedikit dari daya tampung sekolah.

Seperti untuk jenjang SMP, rata-rata di sekolah di Klungkung masih kekurangan siswa.

Karena kapasitas yang tersedia, melebihi jumlah siswa yang melamar.

Baca juga: TERCECER! Orangtua Mesadu ke DPRD Jembrana & Buleleng, 38Ribu Calon Siswa SMA/SMK Lulus SPMB di Bali

"Hanya SMPN 1 Semarapura yang mendapat siswa sesuai kuota yang ditentukan. Sekolah lain masih tersisa kuota siswanya," ungkapnya.

Sementara untuk jenjang SD masih ada sekitar 12 sekolah yang menerima siswa masih sangat minim.

Sekolah-sekolah itu tersebar di Kecamatan Banjarangkan dan Kecamatan Nusa Penida. 

Baca juga: Disdikpora Terapkan Kuota Maksimal di Sekolah Incaran, Kuota Siswa di SMPN 1 Negara Bali Tersisa 58

Di Kecamatan Banjarangkan di antaranya , SD N 2 Bakas yang hanya ada 2 pendaftar, SD N 2 Tohpati yang hanya ada 4 pendaftar. 

Sementara di Kecamatan Nusa Penida ada SD N 6 Ped yang mendapatkan 2 orang siswa baru.

Bahkan di SD 4 Batukandik hanya mendapatkan 1 orang siswa baru.

Baca juga: BELUM Ada Kelebihan Siswa di Sekolah "Favorit" Disdikpora Terapkan Kuota Maksimal di Sekolah Incaran

"Walaupun hanya mendapatkan 1 siswa, proses belajar mengajar harus tetap berlangsung. Hanya saja secara SDM jadi kurang efesien, karena seorang guru kelas hanya mengajar 1 siswa," jelas Wayan Sarjana.

Penyebab utama dari minimnya sekolah tersebut mendapat siswa, karena jumlah anak usia sekolah di wilayah itu memang sedikit.

Sehingga saat ini pihak Dinas Pendidikan berencana akan melakukan regrouping, terhadap sekolah-sekolah yang masih minim siswa.

"Rencana regrouping sampai saat ini masih berproses," jelas Sarjana. (*)

 

Berita lainnya di SPMB 2025

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved