Pendidikan
BELUM Ada Kelebihan Siswa di Sekolah "Favorit" Disdikpora Terapkan Kuota Maksimal di Sekolah Incaran
Dia mengakui, secara umum kuota masing-masing sekolah yang ada di Jembrana masih aman bahkan tidak ada jumlah pendaftar yang melebihi kuota.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026 sudah memasuki tahap pendaftaran ulang, Senin (14/7) hari ini.
Secara umum, pelaksanaan kali ini cenderung landai jika dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, SMPN 1 Negara yang biasanya jadi incaran dan berpotensi banyak masuk jalur tikus hanya menerima siswa kurang dari kuota yang ditetapkan.
Menurut informasi yang diperoleh, setelah tahap verifikasi berkas serta pengumuman, di SMPN 1 Negara hanya menerima 342 orang dari daya tampung atau kuota yang mencapai 400 orang siswa. Artinya masih ada sisa 58 orang di sekolah ini.
Berbanding dengan dua tahun belakang lalu, seperti pada tahun 2024 lalu. Saat itu, dari 278 orang kuota siswa yang masih tersedia di jalur zonasi (saat ini domisili) jumlah pendaftar mencapai 292 orang. Sehingga ada sebanyak 14 orang pendaftar yang melebihi kuota yang tersedia.
Baca juga: BANGUN Gedung VIP Senilai Rp1,7 Miliar, RSUD Gema Santi Berkomitmen Meningkatkan Kualitas Pelayanan
Baca juga: DA Aniaya KY, Diduga Tak Terima Dicerai Suami, Marah Lalu Duel di Jalan di Buleleng
Berdasarkan pengalaman tersebut, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Jembrana akhirnya melakukan penyesuaian. Pemerintah menerapkan kuota maksimal per rombongan belajar (rombel, -red) yakni 40 orang dari sebelumnya hanya 36 orang. Sekolah yang jadi incaran siswa dan orang tua pun kini tak sampai kelebihan pendaftar.
"Sudah pengumuman kemarin (Jumat) untuk SPMB tahun ajaran baru," kata Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Jembrana, I Komang Gede Hendra Susanta saat dikonfirmasi.
Dia mengakui, secara umum kuota masing-masing sekolah yang ada di Jembrana masih aman bahkan tidak ada jumlah pendaftar yang melebihi kuota.
Menurutnya, jumlah pendaftar tidak melebihi kuota karena sudah diantisipasi sebelumnya. Dengan cara, menambah jumlah kuota per masing-masing rombel. Jumlah rombel maksimal yakni 40 orang diterapkan pada sekolah yang wilayahnya terdapat banyak lulusan siswa SD. Mulai dari SMPN 1 dan 2 Negara serta SMPN 2 Mendoyo. Tiga sekolah ini biasanya menerima pendaftar melebihi kuota yang disediakan.
"Untuk sekolah yang diprediksi kelebihan siswa, jumlah kuota per rombel ditambah. Jika sebelumnya 36 orang, tahun ajaran baru ini menjadi 40 orang. Syaratnya fasilitas atau sarpras dia sekolah memadai," jelasnya.
Setelah proses pendaftaran selesai, dilanjutkan dengan proses verifikasi dari panitia SPMB di sekolah masing-masing. Kemudian dilanjutkan dengan tahapan daftar ulang siswa.
"Tidak ada yang kelebihan, secara umum jumlah pendaftar dan yang lulus lebih kecil dibandingkan kuota yang tersedia," tandasnya. (mpa)
Pendaftar Tidak Sampai Melebihi Kuota
Terpisah, Kepala SMPN 1 Negara, I Ketut Tastra mengakui hal senada. Proses pendaftaran tahun ini berbeda dari sebelumnya. Jika sebelumnya, saat proses pendaftaran biasanya menerima pendaftar melebihi kuota, saat ini justru belum memenuhi kuota.
Di SMPN 1 Negara, sebut dia, total siswa yang diterima sebanyak 342 orang siswa dari total daya tampung sebanyak 400 orang (10 rombel). Selanjutnya, siswa yang dinyatakan lulus bakal melakukan pendaftaran ulang mulai besok 14 Juli hingga 16 Juli 2025 mendatang.
"SPMB sudah selesai. Astungkara sudah berjalan dan tidak ada masalah. Jumlah yang diterima juga tidak sampai melebihi kuota," ungkapnya. (mpa)
Hanya Digunakan Sampai Bulan Depan, Disdikpora Badung Pastikan Buku Paket yang Rusak Segera Diganti |
![]() |
---|
KAWAL Program Pendidikan Gratis, DPRD Gianyar Dorong Penguatan Seni-Budaya |
![]() |
---|
400 Calon Mahasiswa Lolos, Daftar Program 1 Keluarga 1 Sarjana, Brida Bali Siapkan Kuota 1.450 Orang |
![]() |
---|
TUGAS Akhir Mahasiswa Berbentuk Karya Sastra & Jurnalistik, Terobosan UPMI Bali & Didukung Sastrawan |
![]() |
---|
BELAJAR Data Kependudukan ke Surabaya, Upaya Denpasar Program 1 Keluarga 1 Sarjana Tak Salah Sasaran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.