SPMB 2025
SPMB 2025, SDN 6 Kawan Bangli Bali Cuma Dapat 5 Siswa, Pihak Sekolah Tetap Maksimal Layani Siswa
Minimnya jumlah siswa di SDN 6 Kawan disebabkan oleh anggapan masyarakat bahwa sekolah lain lebih favorit.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 6 Kawan, Banjar Griya, Kelurahan Kawan, Bangli, hanya mendapatkan 5 siswa baru dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026.
Jumlah ini menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mendapatkan 10 siswa baru.
Meskipun mendapatkan siswa yang relatif sedikit, pihak sekolah menegaskan akan tetap memberi pelayanan dan bertanggung jawab penuh pada pendidikan para siswa.
Kepala Sekolah SDN 6 Kawan, Ketut Andi Rumandia, mengakui bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi dan pembagian zonasi kepada masyarakat, namun jumlah siswa baru yang mendaftar tetap minim.
Baca juga: Tak Lolos SPMB dan Melanjutkan ke SMP Swasta, Siswa di Denpasar Bali Dapat Subsidi Rp 1,5 Juta
"Sampai saat ini, siswa baru yang sudah mendaftar ulang sebanyak 5 orang. Untuk tahun lalu hanya 10 orang," ungkapnya, Rabu 15 Juli 2025.
Minimnya jumlah siswa di SDN 6 Kawan disebabkan oleh anggapan masyarakat bahwa sekolah lain lebih favorit.
Selain itu, pelayanan yang diberikan oleh sekolah juga masih dianggap kurang pas oleh para orang tua, seperti keluhan tentang pintu pagar sekolah yang belum dibuka saat pagi.
"Kami komit akan tetap berusaha dan menekankan kepada para guru untuk tetap memberikan pelayanan terbaik," tandas Andi Rumandia.
Kadisdikpora Bangli, Komang Pariartha, menyatakan bahwa minimnya jumlah siswa di beberapa sekolah dasar di Bangli disebabkan oleh keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) yang berdampak pada jumlah anak-anak di Bangli.
Tak seperti dulu, setiap orang tua bisa memiliki anak rata-rata empat, sehingga jumlah siswa pun banyak.
Namun meskipun demikian, pihaknya akan memastikan anak-anak yang bersekolah di sekolah yang siswanya sedikit, tetap mendapatkan pendidikan yang baik.
"Keberhasilan program KB telah berpengaruh pada anak-anak, kami pastikan setiap sekolah memberikan pendidikan yang baik pada anak didiknya," ujarnya. (*)
Kumpulan Artikel Bangli
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.