Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Laptop Chromebook di Bali

28 Sekolah di Gianyar Terima Laptop Chromebook, Ini Kondisinya Sekarang

Pengadaan laptop Chromebook saat ini tengah diselidiki dengan adanya indikasi kasus korupsi.

Tayang:
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
LAPTOP - Kondisi Laptop Chromeboox di sekolah di Kabupaten Gianyar, Bali, Jumat 18 Juli 2025. 

28 Sekolah di Gianyar Terima Laptop Chromebook, Ini Kondisinya Sekarang

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pengadaan laptop Chromebook saat ini tengah diselidiki dengan adanya indikasi kasus korupsi.

Apalagi sejumlah nama dan lembaga terseret dalam kasus ini.

Dua entitas bisnis besar, Google dan GoTo tengah diselidiki Kejagung RI.

Baca juga: LAPTOP Chromebook di Klungkung Banyak Rusak? TK di Jembrana Terbanyak Terima Bantuan di Bali!

Sebab ditenggarai adanya keterkaitan antara investasi dari Google ke Gojek (kini GoTo) dan pemilihan laptop Chromebook di Kemendikbudristek pada tahun 2019-2022. 

Laptop ini menggunakan sistem operasi Chrome yang merupakan produk Google.

Bahkan Kejagung telah menetapkan mantan Konsultan Kemendikbudristek, Ibrahim Arif sebagai tersangka terkait pengadaan Chromeboox, dan telah memeriksa mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi periode 2019-2024, Nadiem Makarim.

Baca juga: Laptop Chromebook di SD 1 Takmung Klungkung Rusak, Sparepart Mahal, Sekolah Tak Mampu Perbaiki

Berdasarkan data, sebanyak 41.703 laptop Chromeboox yang disalurkan ke sekolah di Nusantara, dari tingkat PAUD hingga SMA.

Di Bali sendiri kebagian jatah sebanyak 453 laptop yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota. 

Di Kabupaten Gianyar terdapat 28 sekolah yang menerima, terdiri dari 10 SD dan 18 SMP.

Bantuan tersebut diterima pada tahun 2020 lalu.

Baca juga: VIDEO Pencurian di Kosan di Badung Bali, Pelaku Bawa Kabur Laptop dan Kamera Senilai Rp 17,5 Juta

Kanibalisasi

Tribun Bali tengah menelusuri keberadaan laptop Chromeboox di dua sekolah di Gianyar.

Salah satunya di SD Negeri 2 Melinggih, Kecamatan Payangan, dari 15 unit laptop yang diterima, ada empat laptop Chromeboox yang tidak bisa digunakan lagi, karena tidak bisa diperbaiki.

Namun terdapat pula laptop yang lemot dan untuk menghindari mati total, laptop tersebut diperbaiki dengan cara mengkanibalisasi jeroan laptop yang mati, meskipun kondisi laptop yang diperbaiki dengan cara kanibal, tidak bisa berfungsi normal seperti pertama kali laptop diterima dari Kemendikbudristek.

Kepala SDN 2 Melinggih, Ida Bagus Sutarjana, membenarkan hal tersebut.

Kata dia, ada empat laptop Chromeboox yang saat ini tidak bisa dipakai.

"Sejak setahun lalu, empat laptop Chromeboox kami pensiunkan, hanya disimpan di gudang. Karena oleh teknisi, katanya tidak bisa diperbaiki."

"Ada pula laptop yang lemot, tapi oleh teknisi diperbaiki dengan cara mengambil jeroan laptop Chromeboox yang mati. Tapi tetap lemot juga, tapi tidak mati," ujarnya. 

Namun demikian, tidak semua sekolah yang menerima bantuan laptop Chromeboox tersebut, kondisi laptopnya rusak.

Salah satunya di SMP Negeri 3 Payangan, yang berada di wilayah Desa Buahan Kaja.

Pihak sekolah mengungkapkan, dari 19 unit laptop Chromeboox yang diterima, sampai saat ini semuanya masih berfungsi bagus.

"Laptop Chromeboox yang kami terima ada 19 unit. Saat ini masih beroperasi normal," ujar Kepala SMPN Payangan, Gusti Ngurah Deli.

Ngurah Deli berharap Chromeboox yang ada di sekolahnya tidak mengalami masalah seperti di sekolah lainnya. Sebab keberadaan laptop Chromeboox ini sangat diandalkan untuk siswa belajar tentang komputer.

Sebab diketahui, SMP ini berada di pelosok Payangan, dengan anggaran yang dimiliki cukup terbatas, sehingga jika laptop tersebut mengalami kerusakan dan tak bisa diperbaiki, sehingga ditakutkan pihak sekolah tidak memiliki laptop lagi untuk kepentingan belajar-mengajar. 

"Laptop Chromeboox ini kita pakai belajar komputer. Keberadaannya sangat membantu, karena wilayah kita di sini agak jauh dari kota," tegasnya. (*)

 

Berita lainnya di Pengadaan Laptop Chromeboox

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved