Laptop Chromebook di Bali

Laptop Chromeboox di SDN 2 Melinggih Gianyar Terpaksa Dikanibalisasi, di SMPN 3 Payangan Masih Bagus

Kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook menyeret dua entitas bisnis besar, Google dan GoTo tengah didalami oleh Kejaksaan Agung.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
LAPTOP - Laptop Chromeboox di sekolah di Kabupaten Gianyar, Bali, Jumat 18 Juli 2025. 

Laptop Chromeboox di SDN 2 Melinggih Gianyar Terpaksa Dikanibalisasi, di SMPN 3 Payangan Masih Bagus

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook menyeret dua entitas bisnis besar, Google dan GoTo tengah didalami oleh Kejaksaan Agung.

Sebab ditenggarai ada keterkaitan antara investasi dari Google ke Gojek (kini GoTo) dan pemilihan laptop Chromebook di Kemendikbudristek pada tahun 2019-2022. 

Baca juga: Kasus Laptop Chromebook Jadi Sorotan, TK Terbanyak di Bali Dapat Bantuan dari Wilayah Jembrana

Seperti diketahui, laptop yang menjadi persoalan, adalah laptop dengan sistem operasi Chrome yang merupakan produk Google.

Bahkan saat ini, Kejagung telah menetapkan mantan Konsultan Kemendikbudristek, Ibrahim Arif sebagai tersangka terkait pengadaan Chromeboox, dan telah memeriksa mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi periode 2019-2024, Nadiem Makarim.

Baca juga: Laptop Chromebook di SD 1 Gunaksa Klungkung Banyak Rusak, Hanya Jadi Pajangan di Etalase

Berdasarkan data Kejagung, ada sebanyak 41.703 laptop Chromeboox yang disalurkan ke sekolah di Nusantara, dari tingkat PAUD hingga SMA.

Di Bali sendiri kebagian jatah sebanyak 453 laptop yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota.

Di Kabupaten Gianyar, terdapat  enam sekolah yang menerima, terdiri dari 3 SD dan 3 SMP.

Bantuan tersebut diterima pada tahun 2020 lalu.

Baca juga: Pura-Pura Jadi Pacar, lqbal Gasak Hp, Laptop, Kamera hingga Kartu Debit di Panjer Denpasar Selatan

Dalam penelusuran Tribun Bali terhadap kondisi laptop tersebut, Jumat 18 Juli 2025, salah satunya di SD Negeri 2 Melinggih, Kecamatan Payangan, dari 15 unit laptop yang diterima, ada empat laptop Chromeboox yang tidak bisa digunakan lagi, karena tidak bisa diperbaiki.

Namun terdapat pula laptop yang lemot dan untuk menghindari mati total, laptop tersebut diperbaiki dengan cara mengkanibalisasi jeroan laptop yang mati, meskipun kondisi laptop yang diperbaiki dengan cara kanibal, tidak bisa berfungsi normal seperti pertama kali laptop diterima dari Kemendikbudristek.

Baca juga: Mengenal NPU Pada Laptop AI Tingkatkan Produktivitas Kinerja Generasi Milenial saat Tren Co-Working

Kepala SDN 2 Melinggih, Ida Bagus Sutarjana, membenarkan hal tersebut.

Kata dia, ada empat laptop Chromeboox yang saat ini tidak bisa dipakai.

"Sejak setahun lalu, empat laptop Chromeboox kami pensiunkan, hanya disimpan di gudang. Karena oleh teknisi, katanya tidak bisa diperbaiki. Ada pula laptop yang lemot, tapi oleh teknisi diperbaiki dengan cara mengambil jeroan laptop Chromeboox yang mati. Tapi tetap lemot juga, tapi tidak mati," ujarnya. 

Terlepas dari kekurangan tersebut, dirinya tetap berterima kasih pada Kemenristek.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved