Operasi Patuh Agung 2025
Pelajar dan Remaja Dominasi Pelanggaran Selama Dua Pekan Operasi Patuh Agung di Buleleng Bali
fatalitas atau korban meninggal dunia akibat kecelakaan di tahun 2025 mengalami peningkatan.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Jumlah pelanggaran selama dua pekan Operasi Patuh Agung 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024. Pelanggaran didominasi dari kalangan remaja dan pelajar di Buleleng, Bali.
Berdasarkan data, secara total jumlah pelanggaran di tahun 2025, sebanyak 3.339 pelanggar.
420 pelanggar di antaranya terjaring tilang manual, 700 pelanggar terjaring tilang elektronik, dan 2.214 mendapat teguran langsung.
420 pelanggar yang terjaring tilang manual, paling banyak tidak menggunakan spion yakni 146 pelanggar, tidak mengenakan helm sebanyak 114 pelanggar, dan tidak memasang plat nomor kendaraan sebanyak 82 pelanggar.
Baca juga: TEWAS 4 Orang Akibat Kecelakaan, Selama Operasi Patuh Agung Jaring 540 Pelanggar di Jembrana
Kasat Lantas Polres Buleleng, AKP Bachtiar Arifin mengungkapkan, pelanggar terbanyak dalam dua pekan operasi patuh adalah pengendara sepeda motor, yakni 461 pelanggar.
Sedangkan dari segi usia, pelanggaran didominasi remaja dan anak sekolah.
"Banyak anak-anak sekolah membawa sepeda motor, tapi tidak mengenakan helm. Selain itu knalpot yang dipakai juga tidak sesuai spesifikasi teknis alias menggunakan knalpot brong. Total ada 26 knalpot yang kami sita," ujarnya, Selasa 29 Juli 2025.
Selain pelanggaran, Satlantas Polres Buleleng mencatat peristiwa kecelakaan selama Operasi Patuh Agung 2025 mengalami penurunan satu kasus dibandingkan tahun 2024, yakni 18 kasus.
Walau demikian, fatalitas atau korban meninggal dunia akibat kecelakaan di tahun 2025 mengalami peningkatan.
Dari 1 orang pada tahun 2024, menjadi 2 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di tahun 2025.
Menyikapi fenomena ini, AKP Bachtiar menegaskan pihaknya akan kembali melakukan pemetaan jalur-jalur rawan kecelakaan.
Selanjutnya ia akan memberikan edukasi pada masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi rawan kecelakaan, serta memasang imbauan di lokasi rawan.
"Kami juga akan meningkatkan sosialisasi keselamatan berlalu lintas, baik secara langsung maupun melalui media sosial," tandasnya. (mer)
Kumpulan Artikel Buleleng
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.