Berita Buleleng

Lima Tahun Vakum, Buleleng Festival Kembali Hadir, 200 Seniman Akan Bawakan Tari Magerumbungan

Bulfest 2025 mengambil tema 'The Mask History of Buleleng' atau Topeng Leluhur, Jiwa Buleleng. 

Tribun Bali/ Muhammad Fredey Mercury
Pelaksanaan Bulfest - Sekda Suyasa saat menjelaskan tentang pelaksanaan Buleleng Festival. Rabu (30/7/2025). Lima Tahun Vakum, Buleleng Festival Kembali Hadir, 200 Seniman Akan Bawakan Tari Magerumbungan 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali menggelar Buleleng Festival (Bulfest) setelah lima tahun vakum. 

Festival ini akan digelar selama enam hari, mulai dari 18 Agustus hingga 23 Agustus 2025.

Di hari pertama pembukaan Bulfest akan menampilkan Tari Magerumbungan

Tari khas Buleleng ini akan dibawakan secara kolosal oleh 200 seniman.

Baca juga: Pembukaan The 14th Bali International Choir Festival 2025 Digelar Meriah di Kabupaten Badung

Bulfest 2025 mengambil tema 'The Mask History of Buleleng' atau Topeng Leluhur, Jiwa Buleleng. 

Tema ini menjadi momentum revitalisasi warisan topeng sebagai identitas budaya lokal sekaligus penggerak ekonomi.

Ketua Panitia Bulfest 2025, Gede Suyasa menjelaskan, Buleleng memiliki kekayaan topeng yang beragam dari berbagai desa. 

Bahkan pada tahun 2010 lalu, Buleleng menjadi tuan rumah Konferensi Topeng Internasional. 

"Buleleng punya ratusan topeng warisan leluhur. Sayangnya belum tergali secara maksimal. Melalui tema ini, kami ingin mengenalkan kembali sejarah topeng bukan hanya sebagai media seni pertunjukan, tetapi juga sebagai representasi identitas, spiritualitas, dan peradaban leluhur dengan Topeng Wayang Wong Tejakula sebagai ikon kesenian Topeng di Kabupaten Buleleng," jelasnya, Rabu 30 Juli 2025. 

Karena topik atau temanya topeng, maka nantinya akan banyak hiasan ataupun dekorasi yang didominasi oleh topeng. 

Tak hanya itu, akan digelar juga talk show bertema topeng dari perspektif ekonomi digital dan generasi muda, hingga pameran replika topeng, serta demo pembuatan topeng oleh pengukir yang ditargetkan menghasilkan satu karya per hari. 

"Adapula seminar budaya topeng yang akan dihadiri pakar seperti Profesor Bandem. Seminar ini rencananya akan berlangsung di Gedung Wanita Laksmi Graha," ujarnya. 

Secara umum, aktivitas kegiatan selama Bulfest 2025 dilaksanakan di pusat kota Singaraja. Total ada sembilan titik lokasi kegiatan.

Di antaranya Tugu Singa Ambara Raja sebagai panggung utama penampilan kesenian tradisional dan modern, Sasana Budaya sebagai lokasi kesenian tradisional, Puri Kanginan Singaraja sebagai lokasi kesenian klasik. 

Selain itu, Rumah Jabatan Bupati Buleleng sebagai tempat pelaksanaan Buleleng Digital Expo, Kantor DPRD Buleleng sebagai tempat UMKM Olahan Pangan dan Aktivitas Kreatif, Gedung Wanita Laksmi Graha sebagai tempat seminar budaya, dan Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati sebagai tempat pameran topeng, foto, dan lukisan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved