Makan Siang Gratis di Bali

KLUNGKUNG Rencanakan 12 Dapur MBG, Saat Ini Baru Satu Beroperasi

Mulai dari tingkat TK, SMP, hingga SMA, termasuk SMA Negeri 2 Semarapura. Kapasitas maksimal satu dapur ditargetkan dapat melayani hingga 3.500 siswa.

ISTIMEWA
Kadisdik Klungkung, I Ketut Sujana.  

TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah Kabupaten Klungkung menargetkan pembangunan 12 dapur, untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di empat wilayah.

Namun, hingga saat ini baru satu dapur yang telah beroperasi, yakni di Kecamatan Selat. Kepala Dinas Pendidikan Klungkung, I Ketut Sujana, menjelaskan saat ini masih beroperasi 1 dapur MBG di Desa Selat yang melayani 21 sekolah.

Mulai dari tingkat TK, SMP, hingga SMA, termasuk SMA Negeri 2 Semarapura. Kapasitas maksimal satu dapur ditargetkan dapat melayani hingga 3.500 siswa.

Baca juga: POLISI Tetapkan Perbekel Selat dan Warganya Sebagai Tersangka Dugaan Penganiayaan di Buleleng!

Baca juga: KABUR Usai Tabrak Pengendara Sepeda Motor di Banyuasri Buleleng, Pengemudi Mobil Malah Tancap Gas 

“Dapur di Desa Selat melayani wilayah Selat, Sulisihan, Tegak, Semarapura Kaja, Akah, dan Manduang. Dari siswa tidak ada keluhan, malah banyak orang tua yang bertanya kapan anak mereka bisa mendapatkan MBG,” ujar Sujana.

Sementara juga telah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan dapur MBG di Tihingadi, Desa Gunaksa di Kecamatan Dawan. Dapur ini nantinya akan melayani wilayah timur, mencakup Pikat, Kusamba, SMA Negeri 1 Dawan, dan sekitarnya.

"Kapasitasnya nanti maksimal target kami untum melayani 3.500 siswa," jelasnya. Sujana merinci, idealnya untuk program MBG di Klungkung harus didukung pembangunan 12 dapur.

Meliputi tiga dapur di Kecamatan Klungkung, dua di Kecamatan Banjarangkan, tiga di Kecamatan Dawan, dan tiga di Kecamatan Nusa Penida. 

“Semua anggaran berasal dari pemerintah pusat. Sedangkan kami di Dinas Pendidikan hanya melakukan monitoring. Lahan sudah tersedia di setiap titik,” jelasnya.

Ia juga menekankan, untuk program MBG maupun kantin di sekolah ikut menjaga kualitas makanan yang diberikan, baik dari segi gizi maupun variasi menu. 

“Kantin sekolah juga harus memastikan makanan yang disajikan sehat dan bervariasi, karena ini sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang siswa,” tutup Sujana. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved